Jatengtime.com-Demak-Perayaan tradisi budaya Apitan atau Sedekah bumi yang diprakarsai Sunan Kalijaga 500 tahun yang lalu, diadakan tiap tahun di bulan ‘Kejepit’ (Apit) antara bulan Syawal (Idul Fitri) dan Dzulhijjah (Idul Adha), tahun 2025 ini berakhir.
Putaran terakhir agenda Apitan atau Sedekah bumi Kabupaten Demak tahun 2025 diadakan di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Sekda Demak Akhmad Sugiharto,ST.MT dalam sambutanya, Sabtu (31/5/2025) malam mengucapkan terima kasih masyarakat Kota Wali masih melestarikan budaya Nusantara, khususnya budaya Jawa.
“ Atas nama Pemkab Demak, saya mengucapkan terima kasih masyarakat Kota Wali masih melestarikan budaya Nusantara, khususnya budaya Jawa, budaya Demak peninggalan Sunan Kalijaga…” kata Sugiharto.
“ Selama sebulan penuh, kami semua jajaran menyempatkan diri hadir ditengah-tengah masyarakat yang mengadakan kegiatan Apitan atau sedekah bumi sebagai wujud syukur atas nikmat yang di berikan Allah SWT kepada kita semua, terutama masyarakat desa atau kelurahan yang menyelenggarakan kegiatan seni budaya ini…” ujarnya.
Puncak acara Apitan atau sedekah bumi yang menyuguhkan Ketoprak dari Kabupaten Pati, tampak hadir ibu Sekda Nur Aeni, SPd, Kades Ketanjung Siti Settiawati, S.Keb bersama suami, anggota DPRD Isa Ansori, Jajaran Forkopimcam, seluruh perangkat desa dan tamu undangan. Mereka semua duduk bersama masyarakat desa yang tahun lalu mengalami 2 kali bencana banjir akibat tanggul Sungai Wulan yang jebol.
Sekda juga mohon ma’af kepada masyarakat atau kepala-kapala desa yang saat mengadakan Apitan atau sedekah bumi jajaran pimpinan daerah (Bupati, Wabup dan Sekda) tidak bisa menghadiri karena bersamaan ada tugas lain.
“ Di putaran terakir ini, atas nama Pemkab, kami mohon ma’af kepada masyarakat atau kepala-kepala desa yang mengadakan Apitan atau sedekah bumi tidak bisa menghadiri karena kebetulan kami ada tugas lain. Namun demikian kami meminta jajaran lain seperti bapak Asisten, Camat atau Kepala OPD untuk menghadiri Apitan atau sedekah bumi…” ungkapnya.
“ Diputaran terakir ini karena sudah masuk bulan Dzulhijjah atau Besar, maka tidak kita sebut Apitan njih…tapi sedekah bumi. Namun demikian makna dan filosofinya sama sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang kita terima…” pungkasnya.

Kades Ketanjung Siti Setiawati, S.Keb dalam sambutanya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Sekda beserta ibu Sekda Nur Aeni, SPd, ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, masyarakat desa dan seluruh tamu undangan.
“ Pertama kita ucapkan rasa syukur Alhamdulillah acara sedekah bumi ini dapat diadakan rutin tiap tahun di Desa Ketanjung…” kata Setiawati.
“ Ucapan terima kasih juga saya tujukan kepada bapak Sekda Akhmad Sugiharto,ST.MT beserta ibu Nur Aeni, SPd yang tidak pernah absen menghadiri kegiatan apitan atau sedekah bumi di desa kami…” ujarnya.
“ Warga desa Ketanjung sudah lama mengenal Pak Gik (Sekda Akhmad Sugiharto,ST.MT) jauh sebelum beliau menjabat sebagai Sekda, banyak memberikan sumbangsih pembangunan desa kami…” ujarnya.
“ Bu Sekda juga familier di desa kami, saat kami mengalami 2 kali musibah banjir bandang akibat tanggul sungai wulan jebol, bu Sekda beserta jajaran Dharma wanita yang harus memutar ke Welahan dan Kudus kerso rawuh memberikan semangat dan do’a kepada kami yang sedang tertimpa bencana…” imbuhnya.
“ Biasanya bapak Sekda kundur hingga tengah malam, namun malam ini kami tidak bisa menahan bapak dan ibu berlama-lama menikmati hiburan Ketoprak dari Pati. Kami dapat info bapak kurang enak badan karena sebulan lebih menghadiri apitan di seluruh wilayah Demak dan besuk pagi harus mengikuti upacara di Pendopo Kabupaten…” pungkasnya.







