ENDAH CAHYARINI : TRADISI SAKRAL GUYANGAN KERETA KENCANA YANG AKAN DI NAIKI PEMIMPIN DEMAK SAAT IRING-IRINGAN PRAJURIT PATANG PULUHAN

Jatengtime.com-Demak-Ada yang unik di halaman kantor Dinas Pariwisata, Selasa (2/6/25) yang sedang melakukan tradisi sakral ‘Guyangan’ (mencuci) Kereta Kencana yang akan dinaik pemimpin-pemimpin (Bupati dan Wakil Bupati) Demak saat iring-iringan prajurit ‘Patang puluhan’.

Kepala Dinas Pariwisata Demak, Endah Cahyarini menuturkan bahwa tradisi Guyangan dilaksanakan dalam menyongsong Gerebeg Besar Demak.

“ Guyangan adalah tradisi sakral ini merupakan prosesi pembersihan spiritual terhadap Kereta Kencana, yang akan di naiki bupati dan Wakil Bupati saat iring iringan prajurit patang puluhan…” kata Endah.

Menurut perempuan yang menjadi salah satu dewan pakar JMSI (Jaringan Media Siber Indonesia) ini Kereta kencana ikut mengantarkan perlengkapan ‘ubo rampe’ pencucian pusaka peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga yang di agendakan pada hari Jum’at (6/6/2025) tepat hari raya Idul adha.

Guyangan Kereta Kencana yang sebelumnya diawali do’a bersama, pemotongan tumpeng Pitik (ayam) Jawa oleh Endah selanjutnya adalah ‘Serah Tinampi Uborampe’ (penyerahan perlengkapan ritual) dan potongan tumpeng, kepada parogo guyangan Ahmad Widodo.

Guyangan juga dilakukan pada Kereta Lurah Tamtomo, serta perlengkapan  prajurit Patang Puluhan seperti keris, tombak, pedang hingga gong yang di tabuh dalam iring iringan nanti.

“ Ritual Guyangan adalah bentuk nyata implementasi kearifan lokal yang tidak hanya memperkuat nilai kebersamaan dan spiritual, namun juga menjadi warisan penting yang harus dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda…” kata Endah.

“ Selain sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rahmat dari Sang Pencipta, ritual ini juga menjadi do’a bersama agar seluruh prosesi Grebeg Besar dapat berjalan lancar dan selamat tanpa hambatan…” jelasnya.

Endah menambahkan bahwa ritual Guyangan dan seluruh rangkaian kegiatan Grebeg Besar memiliki potensi besar untuk mendorong sektor pariwisata yang berbasis budaya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *