Jatengtime.com-Demak-HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan Aids (Acquired Immunodeficiency Syndrome) sampai saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan negara-negara se-dunia dan mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya, termasuk di Indonesia.
Walaupun dibayang-bayangi 41 ribu pengguna BPJS yang ‘hilang’, Pemkab Demak melalui Dinkesda terus melakukan upaya pencegahan (promotif dan preventif ) seperti penyuluhan kesehatan berbasis masyarakat menjadi strategi penting dalam mengurangi penyebaran dan stigma terhadap penderita HIV/AIDS.
dr.Dian Widyahandayani salah satu anggota Tim Khusus pencegahan dan penyebaran HIV/Aids Kabupaten Demak (Tim PDP-Perawatan,Dukungan,dan Pengobatan HIV AIDS Puskesmas Kebonagung) yang juga menjadi dokter di Puskesmas Kebonagung menambahkan bahwa ada banyak cara untuk menyampaikan progra pemerintah kepada kelompok masyarakat rentan masalah sosial seperti program VCT Mobile.
Dian membeberkan penting edukasi kepada masyarakat untuk mengetahui cara penularan HIV agar dapat menghindari penularan virus yang sangat mematikan ini.
“ HIV dapat ditularkan melalui hubungan seksual (anal dan vagina) bebas tanpa kondom. transfusi darah dan transplantasi organ dari orang yang terinfeksi HIV termasuk penggunaan jarum suntik atau tatoo yang terkontaminasi/tidak steril…” kata Dian.
Dokter yang buka praktek d sebelah RM.Alhikmah, Jalan Lingkar Demak ini juga mengingatkan bahwa HIV juga dapat ditularkan melalui transmisi dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayinya selama kehamilan, persalinan dan menyusui.
“ Dari semua yang saya sebutkan tadi, perlu digaris bawahi dan jangan sampai salah, HIV tidak menular melalui bersentuhan, berciuman, bersalaman, berpelukan, berbagi peralatan makan dan minum, menggunakan kamar mandi bersama, berenang di kolam renang, gigitan nyamuk, tinggal serumah bersama ODHIV (namun tidak melakukan hubungan seks anal dan vagina)…” ujarnya.
Dokter muda andalan Dinkesda Demak yang akan mengikuti lomba Nakes Teladan tingkat Nasional ini juga memberikan strategi untuk menghindari HIV/Aids, antara lain :
Langkah pencegahan HIV.
Pencegahan HIV merupakan langkah penting dalam mengurangi jumlah infeksi baru dan mencegah penyebaran virus mematikan ini di masyarakat berupa :
– Be Faithful
Be Faithful atau setia pada satu pasangan adalah andalan utama pencegahan dini yang dapat mengurangi risiko tertular atau menularkan virus HIV.
– Abstinence dan Awareness
Adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual sama sekali dan ini khususnya berlaku bagi remaja dan orang dewasa muda yang belum siap secara fisik dan emosional terlibat dalam hubungan seksual.
Kemudian skrining HIV bagi mereka yang berisiko tinggi tertular atau menularkan virus, antara lain pekerja seks komersial, LC, pengguna narkoba suntik dan orang yang tinggal di wilayah dengan prevalensi tinggi HIV.
– Condom dan Circumcision
Yaitu menggunakan kondom saat berhubungan seksual berisiko diyakini mampu mencegah penularan HIV termasuk infeksi menular penyakit seksual lainnya.
Circumcision atau sunat bagi laki-laki ternyata terbukti dapat mengurangi risiko penularan HIV dalam hubungan seks bebas jenis heteroseksual.
– No Drug dan Safe Blood Sterile Equipment
No Drug artinya menghindari penggunaan segala jenis narkoba, terutama narkoba suntik yang diyakini dapat mencegah penularan HIV melalui jarum yang tidak steril.
Langkah pencegahan penting lainya agar selalu menggunakan peralatan medis yang steril, terutama saat transfusi darah dan transplantasi organ.
– Education
Dengan bersama sama antara pemerintah dan masyarakat terkait informasi yang benar tentang HIV, sangat penting untuk menyebarkan kesadaran mengenai risiko dan pencegahan HIV.
Kampanye edukasi tentang HIV juga harus mencakup informasi tentang tidak melakukan diskriminasi terhadap orang dengan HIV (Jauhi penyakitnya, bukan orangnya).
– Pengobatan ARV
pengobatan ini bertujuan untuk menurunkan jumlah virus (Viral Load) dalam darah sampai tidak terdeteksi, menurunkan risiko penularan HIV, menurunkan infeksi oportunistik, meningkatkan kualitas hidup.
– Efek samping yang kemungkinan kecil terjadi pada pengobatan ARV
Perlu juga dipahami kemuningkinan kecik terjadi ejek samping pada pengobatan ARV, yaitu gangguan psikologis (gangguan konsentrasi, gangguan tidur, depresi, kecemasan), demam, mual, muntah, diare dan ruam.
Lebih lanjut Dian membeberkan penyebab kegagalan pengobatan ARV antara lain ketidakpatuhan penderita HIV untuk minum obat.
“ Hal ini sangat penting dan yang harus kita edukasi kepada penderita terkait ketidakpatuhan minum obat. Dapat dilihat dari dosis obat, cara minum obat, waktu minum obat dan periode minum obat yang tidak sesuai dengan aturan. Jangan lakukan jika pingin cepat membaik…” pesanya.
Dr Dian juga menyebut tentang gangguan penyerapan obat, terjadinya gangguan pada proses penampungan dan penghancuran obat di lambung, penyerapan nutrisi oleh lapisan mukosa usus halus dan pengaliran nutrisi tersebut ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Interaksi antar obat, adalah perubahan dalam kadar atau lamanya reaksi satu obat oleh karena adanya zat lain termasuk obat, makanan dan alkohol sebelum atau bersamaan dengan obat tersebut.
“ Interaksi obat dapat memberikan dampak buruk berupa kegagalan pengobatan karena dosis Terapeutik yang suboptimal dan atau sebaliknya dapat terjadi efek yang menguntungkan…” ungkapnya.
Resistensi virus terhadap obat juga diingatkan dr Dian, HIV dianggap ‘Resisten ’ terhadap obat ARV (antiretroviral) tertentu bila virus itu terus bereplikasi (menggandakan diri) walaupun penderita memakai obat tersebut.
“ Penyebab Resistensi adalah mutasi pada virus, cara terbaik untuk mencegah terjadinya resistensi adalah mengendalikan HIV dengan minum obat ARV secara teratur dan tepat waktu. Bila pasien tidak patuh minum obat ARV maka HIV akan lebih mudah bereplikasi…” ungkapnya.
Dinkesda Demak sangat berharap melalui pencegahan, pemeriksaan dan pengobatan yang tepat serta dukungan seluruh lapsan masyarakat bagi ODHIV dapat membuahkan hasil melangkah menuju masyarakat yang lebih sadar akan HIV dan terhindar dari penyebaran virus HIV.
HIV adalah virus yang menghancurkan sel-sel tertentu dalam sisten kekebalan tubuh yang melindungi tubuh dari penyakit yang disebabkan oleh kuman, bakteri, virus dan jamur. Jika tubuh kehilangan terlalu banyak sel kekebalanya, maka akan kesulitan melawan infeksi dan penyakit lainnya.

HIV menyebar melalui kontak dengan darah dan cairan tubuh lainnya dari seseorang yang terinfeksi HIV, biasanya terjadi karena hubungan seks, ketika berbagi jarum suntik atau barang lain yang digunakan untuk menyuntikkan narkoba.
Virus HIV adalah yang menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah tahap akhir yang paling serius dari infeksi HIV dan mematikan.
HIV secara bertahap menghancurkan sistem kekebalan tubuh jika tanpa pengobatan, yang berujung infeksi oportunisik menyebabkan AIDS dimana tubuh mengalami kesulitan melawan infeksi dari kuman yang biasanya tidak menimbulkan masalah pada orang sehat. AIDS juga meningkatkan risiko terkena kanker tertentu.
Orang yang mengidap HIV bisa tidak mengidap AIDS.
Jika seseorang mengidap HIV dan mengonsumsi obat HIV sesuai resep, kemungkinan tidak akan pernah mengidap AIDS. Oleh karena itu Dinkesda Demak menyarankan agar masyarakat melakukan tes HIV yang berguna membantu mendeteksi virus lebih dini.
dr.Dian berharap dengan tes HIV, akan menjadi masyarakat tetap sehat dan menghindari penyebaran HIV, jika terdekteksi virus HV segera minum obat yang teratur.
“ Pesan kami seluruh jajaran Dinkesda dan Pemkab Demak, jauhi penyakitnya, bukan orangnya…” pungkasnya.












