PEMKAB DEMAK TERUS LAKUKAN UPAYA PENCEGAHAN DAN MENEKAN PENYEBARAN HIV/AIDS (Bagian 1)

Jatengtime.com-Demak-HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan Aids (Acquired Immunodeficiency Syndrome) sampai saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan negara-negara se-dunia dan mengalami peningkatan kasus setiap tahunnya, termasuk di Indonesia.

Walaupun dibayang-bayangi 41 ribu pengguna BPJS yang ‘hilang’, Pemkab Demak melalui Dinkesda terus melakukan upaya pencegahan (promotif dan preventif ) seperti penyuluhan kesehatan berbasis masyarakat menjadi strategi penting dalam mengurangi penyebaran dan stigma terhadap penderita HIV/AIDS.

Kadinkes Demak dr.Ali Maemun, M.Kes beserta tim khusus pencegahan dan penyebaran HIV/Aids , Sabtu (21/6/2025) pukul 22.00 WIB hingga Minggu (22/6/2025) dini hari melakukan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan dan Tes Skrining HIV (pemeriksaan VCT Mobile atau Voluntary Counseling and Testing) di 2 tempat karaoke di Jalan Lingkar wilayah kecamatan Wonosalam bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat (pengelola dan LC) mengenai HIV/AIDS serta menurunkan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS.

“ Kegiatan ini menjadi salah satu kewajiban dan kepedulian Pemkab Demak dibidang kesehatan kepada masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif kepada kelompok masyarakat yang rentan terhadap HIV/Aids…” kata Ali.

Tim khusus andalan Dinkesda Demak dalam memerangi HIV/Aids ini terdiri dari petugas-petugas khusus, konselor, perawat, bidan, petugas analis laboratorium, petugas administrasi dan dibantu Komunitas Peduli HIV/Aids yang tergabung dalam IFDCOF-HIV/Aids (Institute For Development and Community Organizing to Faight HIV Aids) yang mempunyai tugas pencegahan HIV pada pekerja seks perempuan.

Hasil tes HIV dan identitas bersifat rahasia dan dilindungi negara.

Dalam melakukan tugas Tes Skrining HIV, Tim khusus andalan Dinkesda Demak dalam memerangi HIV/Aids ini  menggunakan metode yang dikenal dengan istilah ‘Memanusiakan manusia’, semua hasil tes HIV dan identitas kelompok masyarakat yang melakukan tes HIV dilindungi negara atau bersifat rahasia, bukan untuk konsumsi publik serta diawasi pihak yang kompeten dan bertanggung jawab.

 

“ Hasil kegiatan malam hingga dini hari ini menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sasaran (pengelola dan LC) mengenai penyakit HIV/Aids, cara penularan, pencegahan, serta deteksi dini. Dan yang juga perlu diingat, semua hasil tes dan dentitas masyarakat yang mau melakukan tes Skrining HIV ini bersifat rahasia dan dilindungi negara…” ujarnya.

Tim khusus bentukan Dinkesda Demak ini juga menggandeng media massa yang profesional, terlatih serta sudah dan bersedia melakukan Tes Skrining HIV kapan saja bila dibutuhkan untuk membantu edukasi kepada masyarakat melalui pemberitaan.

“ Yang lebih penting, dengan kegiatan ini kami berharap semua lapisan masyarakat turut membentuk sikap yang lebih terbuka terhadap orang dengan HIV/Aids. Media edukasi yang digunakan dinilai efektif karena mudah dipahami dan dapat dibagikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan berbasis komunitas mampu meningkatkan kesadaran, menurunkan stigma, dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan HIV/AIDS…” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *