Jatengtime.com-Demak-Penyakit mematikan HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan Aids (Acquired Immunodeficiency Syndrome) tidak bisa dianggap remeh oleh siapapun dan sampai saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan negara-negara se-dunia dan ironisnya setiap tahun kasusnya mengalami peningkatan, termasuk di Indonesia.
Permasalahan HIV/Aids dengan berbagai aspek kali ini dipakai dr. Dian Widyahandayani (beserta tim) dalam lomba Nakes teladan tingkat nasional, sebagai tenaga medis teladan di kategori pengabdian tanpa batas provinsi Jawa Tengah
Lomba Nakes teladan yang diawali tingkat kabupaten, dr. Dian Widyahandayani lolos ke tingkat provinsi dan kali ini hanya tinggal 2 peserta, yaitu dr Dian mewakili Kabupaten Demak dan 1 peserta dari Kabupaten Purbalingga.
Penilaian tahap terakhir ini, Selasa (24/6/2025) pukul 09.00 WIB di Aula Puskesmas Kebonagung. Penilaian juri seleksi validasi dan telusur melalui sistem daring, Pemkab Demak dan lintas sektoral ternyata mendukung penuh.
Tampak hadir via daring, Sekda Demak, Akhmad Sugiharto,ST.MT, jajaran Forkopimcam, Dinkesda, Dinsos, Dinkominfo, Kepala Puskesmas Kebonagung, ketua IDI, RSUD Sunan Kalijaga, Dinbud, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Komunitas peduli HIV/Aids, ODHA, media massa peduli HIV/Aids.
Ketika juri menanyakan kepada Sekda terkait validasi dan telusur keterlibatan dr. Dian selama ini yang berkaitan dengan pengabdian tanpa batasnya dengan permasalahan HIV/Aids di Kabupaten Demak, dia menjawab serta membenarkan sekaligus menjadi saksi bahwa dr. Dian Widyahandayani memang benar-benar telah berkiprah dalam upaya penanggulangan HIV/Aids di Kabupaten Demak.
“ Iya benar, saya tahu dan kenal dr.Dian tentunya bersama tim benar-benar telah berkiprah dalam upaya penanggulangan HIV/Aids di Kabupaten Demak. Sejak dr.Dian masih remaja, bergabung dengan PMR, PMI hingga berjuang di lokasi-lokasi bencana. Kiprahnya tidak hanya sebatas wilayah kerjanya di kecamatan Kebonagung, namun di seluruh wilayah Kabupaten Demak…” kata Sugiharto.
“ Melalui forum ini, atas nama Pemkab Demak, kami ucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah pusat dan Pemprov Jateng yang telah menyelenggarakan acara ini. Melalui acara ini saya terharu dan bangga, melihat kepedulian dan kekompakan lintas sektoral dalam upaya penanggulangan HIV/Aids di Kabupaten Demak yang tidak mudah dalam pelaksanaan di lapangan. Rekan-rekan ini punya semangat memanusiakan penderita atau pasien HIV/Aids, jauhi penyakitnya, jangan orangnya…” ujarnya.
Diketahui, Pemda Demak selama ini sangat respek dan peduli semua permasalahan di bidang kesehatan masyarakat, apalagi terkait penyakit yang berbahaya dan mematikan.
“ Secara pribadi dan kedinasan, saya selalu meluangkan waktu 24 jam kepada seluruh elemen masyarakat terkait bidang kesehatan sekedar untuk diskusi dan mencari solusi bersama. Kusus kepada Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Komunitas peduli HIV/Aids saya selalu menjalin komukasi. Tugas mereka dilapangan sangat berat dan penuh resiko, maka harus didukung bersama. Jangan biarkan mereka sendiri, harus kita dampingi…” ungkapnya.

“ Tadi saya mendengar langsung kesaksian dan pengakuan rekan-rekan lintas sektoral terkait kinerja dr.Dian dalam upaya penanggulangan HIV/Aids di Kabupaten Demak adalah benar dan nyata. dr Dian adalah salah satu aset Pemkab Demak, saya sering dapat laporan disertai bukti dan data tiap kegiatan mulia dr Dian dan timnya hingga harus masuk ke wilayah beresiko dan berbahaya. Saya tekankan lagi ini adalah benar dan nyata….” imbuhnya.
“ Kami seluruh jajaran Pemkab Demak dan lintas sektoral tentu berharap agar dr Dian memperoleh kepercayaan dari pemerintah berupa anugerah kemenangan dalam kegiatan ini. Terakhir saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini peduli terhadap permasalahan kesehatan semoga jerih payah peduli kemanusian kalian mendapat ridho dari Allah SWT…” pungkasnya.












