SEKDA DEMAK HADIRI KARNAVAL HUT RI KE-80 DAN PERESMIAN SENTRA EKONOMI DESA BUKO WEDUNG : PENYANGGA EKONOMI NEGARA

Jatengtime.com-Demak-Laporan Khusus HUT RI ke-80

Rangkaian kegiatan HUT RI ke-80 di Kabupaten Demak makin semarak dan berkualitas dengan menampilkan usaha ekonomi masyarakat tingkat desa wilayah pesisir Kecamatan Wedung.

Acara bertajuk Gebyar Karnaval Dan budaya Budaya sekaligus peresmian sentra ekonomi Desa Buko, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, dihelat dalam rangka peringatan HUT RI ke-80.

Rangkaian kegiatan yang digagas sekaligus disukseskan warga desa pesisir ini dimulai tgl 12-16 agustus 2025, diawali Tahtimul Quran, selamatan, berbagai kreasi lomba, karnaval dan diakhiri pagelaran wayang kulit tepat ‘Malam Renungan Suci’ tanggal 16 agustus 2025, atau malam ini.

Jalur Wedung-Jepara cukup terganggu karena karnaval diikuti 30 RT dan 5 lembaga desa dengan jumlah peserta sekitar 3000 orang dari warga desa buko.

Acara dibuka Sekda Demak Akhmad Sugiharto,ST.MT yang didampingi istri Nur Aeni,SPd, Sabtu (16/8/2025) pagi dihadiri juga Camat Wedung Mulyanto, A.P., M.Si, jajaran Forkopimcam, Kades Buko Al Munawar, S.Pd.I, tokoh agama dan pemuda Buko.

Sekda Demak yang dalam acara ini mewakil bupati Demak dr.Eisti’nah, SE memberikan apresiasi kepada seluruh warga Buko yang telah menoreh berbagai prestasi dan sekarang membuat gebrakan luar biasa berupa sentra ekonomi desa.

“ Atas nama bupati Demak ibu Eisti’anah yang pada kesempatan ini berhalangan hadir karena ada tugas lain, kami memberikan apresiasi luar biasa kepada seluruh warga Buko yang telah menoreh berbagai prestasi dan sekarang membuat gebrakan luar biasa berupa sentra ekonomi desa…” kata Sugiharto.

“ kami ucapkan pula selamat kepada Kampung Mandiri, yang telah berhasil menjadi pemenang pertama lomba Kampung Juara yang tidak hanya menampilkan kebersihan, keasrian dan potensi UMKM warga…” ujarnya.

“ Apalagi ditambah hari ini, peresmian sentra ekonomi desa tentunya akan mengangkat UMKM mejadi lebih baik lagi. UMKM adalah salah satu penyangga ekonomi keluarga…” ungkapnya.

“ Saya paham betul potensi desa Buko ini layak disebut desa mandiri. Saya sering lho jagong dengan warga sini. Kebutuhan masyarakat yang sebagian besar berprofesi nelayan sudah ada dan tersedia, BBM jenis solar, es batu hingga suku cadang mesin perahu, bahkan mesin perahu baru juga ada yang jual. Penjualnya malah teman baik saya, namanya kang Jahidin. Beliau ternyata juga salah satu penyanyi qosidah Demak yang terkenal hingga ke kabupaten tetangga…” imbuhnya.

“ Intinya semua potensi pendukung menuju desa mandiri sudah ada dan komplit disini, tinggal kita pertahankan bahkan jarus dibuat menjadi lebih baik lagi agar ekonomi masyarakat kuat dan tangguh…” pungkasnya.

Sementara itu Camat Wedung Mulyanto, A.P., M.Si menambahkan salah satu sektor penentu kemajuan ekonomi masyarakat adalah dengan kreatifitas mengolah bahan atau hasil laut menjadi bahan yang bernilai jual lebih tinggi, seperti berbagai olahan ikan dan hasil laut lainya.

“ Masyarakat Buko jeli dalam melihat peluang dan pangsa hasil laut akan lebih bernilai ketika diolah dahulu dengan berbagai kreatifitas. Dengan kreatifitas mengolah bahan atau hasil laut menjadi bahan yang bernilai jual lebih tinggi…” kata Mulyanto.

“ Ibu-ibu dan remaja putri desa Buko sangat pintar berkreasi mengolah hasil laut menjadi bahan bernilai jual tinggi. Kebutuhan dasar bapak-bapak sebagai nelayan sudah ada disini, sektor lain seperti pertanian di luar Buko juga sudah digarap dengan berbagai kreatifitas, hingga saling membutuhkan dan akhrinya menjadi timbul simbiosis mutualisme, menjadi penyangga ekonomi dan pangan masyarakat…” pungkasnya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *