Jatengtime.com-Demak-Lputan Khusus HUT RI Ke-80
Karnaval Kemerdekaan HUT RI Ke-80 tahun 2025 di Kabupaten Demak meriah dan paling seru dalam sejarah, diikuti ribuan peserta yang terbagi dalam 77 kontingen dan di tonton puluhan ribu warga.
Sejak pukul 06.30 WIB penonton yang tidak hanya dari Kabupaten Demak, namun juga kabupaten tetangga memadati rute karnaval di sepanjang Jalan Sultan Hadi Wijaya hingga Jalan Sultan Fatah.
Rute karnaval berakhir di panggung utama pertigaan Pasar Bintoron sebelah Mako Kodim 07/16 tempat Bupati Demak dan seluruh jajaran Foropimda, Forkopimcam, Kepala OPD dan tamu undangan lain melihat kebolehan atraksi dari tiap peserta yang hanya diberi waktu 5 menit.
Karnaval yang diadakan Senin (18/8/2025) diikuti 77 kontingen yang terdiri dari 2 kelompok yakni kontingen pelajar diikuti 27 kontingen meliputi SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA terpantau cukup monoton menampilkan tari dan pakaian adat Bhineka Tunggal Ika hingga promosi keberhasilan program sekolah masing masing.
Kelompok umum yang diikuti 50 kontingen terdiri dari OPD, RSUD, BUMD, Instansi Vertikal dan masyarakat umum menampilkan berbagai program unggulan, rencana program kedepan dan program edukasi tentang pemerintahan hingga sadar Kantibmas. .
Defile Nusantara Bhineka Tunggal Ika yang terdiri dari Bupati Demak dr.Eisti’anah, Wabup, Forkopimda, Sekda dan Kepala OPD yang masing masing mengenakan pakaian adat nusantara melakukan parade jalan kaki dari Pendopo Kabupaten Demak menuju panggung utama menjadi pertunjukan pembukaa karnaval kemerdekaan HUT Ke 80 tingkat Kabupaten Demak.
Dibelakang Defile Nusantara disusul rombongan ‘Lintang Dalu’ yang menampilkan parade kostum karnival, dilanjutkan dengan Marching Band legendaris dari Mts NU Demak. Peserta Karnaval pertama mengawali start di BNI Demak, kemudian mengitari setengah lingkaran Alun-alun Demak menuju komplek Pecinan.
Bupati Demak dr.Eisti’anah,SE dalam sambutannya menyampaikan bahwa karnaval ini bukan hanya sekedar perayaan kemeriahan warna-warni saja, namun sabagai momentum mengisi kemerdekaan dengan karya dan prestasi.
Bupati perempuan yang dipanggil dengan sebutan Mbak Esti juga menyampaikan bahwa alam karnaval ini tiap peserta akan menggambarkan banyak kekayaan budaya yang dimiliki Demak, serta kreativitas dan sebuah semangat gotong royong dari masyarakat. Banyak suguhan apik, menarik dan juga mendidik yang juga ditampilkan dalam karnaval ini.
“ Karnaval yang menjadi salah satu agenda perayaan HUT ke-80 RI tingkat Kabupaten Demak ini menggambarkan keselarasan tema HUT RI tahun ini yaitu ‘Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’…” kata Mbak Esti.
Sesampainya di depan panggung utama, tiap peserta diberi waktu 5 menit untuk melakukan aksi didepan panggung utama, mengarah ke jalan menuju Pendopo Kabupaten dan berakhir atau finish di Perempatan Polres Lama.
Dari atraksi yang ditampilkan tiap kontingen tidak hanya bersifat promosi unggulan, ajakan untuk bermasyarakat mandiri, mencegak tindak kejahatan kantibmas, namun yang lebih menggembirakan Karnaval Kemerdekaan ini sarat makna ‘Tontonan Jadi Tuntunan’ untuk Indonesia yang lebih baik lagi.
Atraksi ‘Tontonan Jadi Tuntunan’ antara lain ditampilkan secara apik dan memukau bahkan mengocok perut penonton hingga Bupati dan rombongan dipanggung utama antara lain dari kontingen Setda.
Tidak tanggung tanggung, Sekda Demak Akhmad Sugiharto,ST.MT dan istri Nur Aeni,SPd turun langsung bersama jajaran staf Setda menampilkan treatikal tentang wajib sekolah, senam kesehatan dan makan bergizi gratis.
Gelak tawa Bupati Eisti’anah dan seluruh yang pejabat yang berada dipanggung kehormatan pecah karena Sekda Demak yang berpakaian anak SD melakonkan anak sekolah yang cukup ‘bandel’, sedangkan istri Sekda sebagai guru penyabar.
Dinas Kominfo menampilkan teatrikal ‘Stop Judi Online (Judol)’ mengerahkan personil yang bercosplay ala bandar judol dan korban judol, dewa Zeus hingga Roma Irama dengan lagu Hitsnya ‘Judi’.
Keberhasilan menjadi desa mandiri mengolah hasil laut tangkapan nelayan menjadi komoditi yang lebih mahal dan dikemas dengan tarian adat diampilkan Kecamatan Wedung dan Bonang yang memang mata pencaharian warganya terbesar adalah nelayan.
Kecamatan Sayung menampilkan treatikal tentang Rob yang sempat menghajar jalur pantura dan rumah warga. Tema Rob menjadi sangat epik ketika dipadukan semangat warga bahwa Rob adalah sebuah bencana yang harus disikapi dengan bijak, bersahabat dengan rob dalam kehidupan sehari hari lebih baik daripada menyerah dengan alam.
Kecamatan lain mayoritas menampilkan treatikal dan atraksi tari yang menggambarkan sebagai daerah atau desa penghasil hasil bumi. Dengan istilah desa penghasil pangan, penyangga pangan nasional.
Polres Demak dan Kodim 0716/Demak menampilkan treatikal himbauan pemahaman sadar hukum, bela diri hingga Kantibmas agar masyarakat lebih melek atau sadar hukum karena jika sampai melanggar hukum, tempat terakhir adalah menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Demak yang juga menampilkan treatikal tentang kehidupan atau menjadi penghuni LP.
Suasana semakin semarak walaupun terik matahari makin menyengat, ribuan penonton tidak surut dari posisi masing masing, dan dihibur dengan banyaknya peserta yang beratraksi dengan tarian serta adu kekuatan sound di mobil hias masing-masing.
Perputaran ekonomi dibalik gebyar Karnaval Kemerdekaan di Demak.
Acara Karnaval Kemerdekaan tahun 2025 yang disutradarai Sekda Demak Akhmad Sugiharto,ST.MT dibantu Dinas Pariwisata Dinas Kominfo sebagai petugas lapangan, Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Demak yang mengatur lalu lintas serta prokompim yang bertugas pengatur situasi panggung utama ternyata ada yang hampir terlupakan dari sorot kamera.
Ada perputaran ekonomi yang terjadi sebelum hingga akhir karnaval, antara lain pedagang kaki lima pengasong yang menjajakan minuman segar dan makanan ringan, jasa dekorator, penjual pernak-pernik dekorasi hingga pengusaha persewaan pakaian adat.
Mereka yang tidak hanya berasal dari Kabupaten Demak saja, namun juga kabupaten tetangga secara langsung menikmati pundi-pundi rupiah dari kegiatan karnaval ini. Perputaran ekonomi saling menguntungkan baik Pemkab, peserta maupun masyarakat umum yang menonton.
Salah satu pedagang asongan mengaku dari Grobogan yang menjual minuman segar mengaku bahwa dia sudah nginep di sekitar lokasi Karnaval sejak Minggu (17/8/2025) malam.
“ Cari tempat strategis buat besuk jualan…” katanya singkat.







