Jatengtime.com-Bandung-Kembali ditemukan kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini Jumlah siswa yang keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat mulai jenjang PAUD hingga SMA/SMK di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, bertambah menjadi 369 siswa termasuk anak-anak PAUD dan ibu-ibunya.
Koordinator SPPG Wilayah Bandung Barat, Gani Djundjunan, Selasa (23/9/2025) kepada awak media menyebut dugaan awal keracunan ini karena menu MBG dimasak terlalu dini sehingga, saat dibagikan kurang layak dikonsumsi.
“ Menurut info terakhir, itu karena menunya dimasak terlalu dini, jadi mengakibatkan saat makanan didistribusikan ke siswa dalam keadaan sudah tidak bagus…” kata Gani.
Menurut pangakuan Gani dalam satu hari, SPPG memasak sekitar 3.467 porsi untuk beberapa sekolah dasar, dan akibat kasus ini BGN menghentikan sementara operasional SPPG itu.
Plt Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia N Sukandar menegaskan pihaknya saat ini sudah mengambil sampel bekas muntahan dari siswa yang keracunan, menu yang dikonsumsinya antara lain : Tahu goreng, ayam kecap, sayuran dan buah-buahan.
“ Kami sudah bawa sampel muntahan ke Labkesda Jabar. Kalau menunya ada tahu, ayam kecap, sayur…” kata Lia.
Lia juga mengatakan dari pengakuan siswa yang keracunan, sudah mencium bau tak sedap ketika membuka kotak MBG berbahan stainless tersebut dan kebanyakan siswa tidak menghabiskan menu makanan tersebut.
Data menunjukkan jumlah siswa terdampak keracunan massal sudah menyentuh 364 orang. Para siswa kemudian dikumpulkan di GOR Kecamatan Cipongkor, RSUD Cililin, Puskesmas Cipongkor, serta RSIA Anugrah.
Dari 364 korban keracunan terdapat anak PAUD dan ibu-ibunya karena mencicipi menu MBG.
Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah menyatakan dugaan keracunan massal itu berawal dari 15 siswa SMK Pembangunan yang mengeluhkan gejala khas keracunan, seperti muntah-muntah, demam, hingga sesak napas usai menyantap menu MBG.
“ Rata-rata sesak napas terus muntah-muntah, sehingga kita rujuk ke RSUD Cililin. Yang di sini juga ada yang harus kita berikan oksigen karena kondisinya sesak tapi tidak terlalu parah…” kata Yuyun.












