MUNTOHAR, DARI PENJUAL ASONGAN HINGGA PUNYA USAHA WAHANA PASAR MALAM DIANA RIA ENTERPRICE DAN JADI ANGGOTA DPRD DEMAK

Jatengtime.com-Demak-Sebagian masyarakat Demak mungkin belum ada yang tahu sejarah panjang perjuangan Muntohar pemilik usaha wahana pasar malam keliling Diana Ria Interprice yang beralamat di Desa Bulusari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak berawal dari nol.

Muntohar yang juga dikenal di dunia pasar malam dengan nama panggilan ‘Maimun’ ternyata mengawali usaha dari nol, dia awalnya seorang pedagang asongan keliling yang menjajajkan daganganya di pasar malam Gerebeg Besar (Besaran) waktu masih berlokasi di alun-alun Demak sekitar tahin 1990.

Dari kegigihan menjajakan daganganya keliling lokasi Besaran, Muntohar mulai berkenalan dengan pedagang-pedagang dan pemilik wahana yang rata-rata dari luar kota Demak.

Dari perkenalan dengan pelaku usaha pasar malam inilah, Muntohar mulai berani menjajakan dagangan asonganya ke berbagai pasar malam ke luar kota Demak.

“ Ya intinya dari kenal pelaku usaha pasar malam di besaran dulu, saya mulai belajar dagang asongan ke luar kota…” kata Muntohar saat ditemui usai acara Podcast Ngopi (Ngobrol Penuh Inspirasi) di RSKW (Radio Suara Kota Wali) Rabu (24/12/2025) siang.

Dibantu istrinya, Muntohar mulai menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya berhasil mempunyai 1 wahana mainan anak-anak.

“ Kalau cerita awal perjuangan saya ya berat mas, itu sekitar tahun 1990 memulai usahan dari nol, berjualan asongan. Berkat do’a orang tua dan dibantu istri saya, sekitar tahun 2003 saya berhasil mempunyai satu set wahana…” ujarnya.

“ Alhamdulillah pada tahun 2007, berkat do’a orang tua, dukungan istri dan kepercayaan rekan-rekan sesama pelaku usaha pasar malam, kami dipercaya mengelola beberapa set wahana sekaligus…” ungkapnya.

Muntohar yang kemudian lebih dikenal dengan Diana Ria Interprice dengan berbagai inovasi kemudian malang melintang dalam dunia hiburan keliling menghibur masyarakat di berbagai kota di Jawa hampir seluruh pulau Jawa.

Muntohar juga merambah ke dunia politik melalui partai Gerindra yang kemudian menghantarkan namanya menjadi salah satu anggota DPRD Demak Fraksi Gerindra.

Di balik nama besar Diana Ria Interprice, Muntohar mengaku pernah mengalami jatuh bangun. Namun dia tetap gigih terus bangkit demi ratusan perut karyawanya yang tidak boleh kelaparan.

“ Saya pernah mengalami masa sulit pada 2023-2024, dengan kerugian hingga mencapai Rp 4 miliar akibat cuaca buruk, Covid-19 hingga situasi politik. Itu risiko bisnis outdoor memang begitu. Tapi, saya harus bangkit, ratusan karyawan itu tanggung jawab saya. Apapun yang terjadi kendil mereka tidak boleh ngguling (Kelaparan)…” tegasnya.

“ Pengalaman, suka duka dunia pasar malam dan gemblengan partai Gerindra membuat saya tidak boleh patah semangat…” imbuhnya.

“ Tentu saya selalu mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat, jajaran TNI, Polri hingga seluruh jajaran Pemda yang membuat saya harus bangkit membawa bendera Diana Ria tetap dijalur hiburan keliling untuk seluruh lapisan masyarakat…” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *