Jatengtime.com– Grobogan-Sebanyak 452 siswa, guru hingga wali muris mengalami keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) menu dari SPPG Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Kejadian keracunan masal itu baru diketahui Sabtu (10/1/2026) pagi gara-gara ratusan siswa tersebut ramai-ramai izin tidak masuk sekolah. Mereka diduga mengalami keracunan MBG yang diberikan pada Jum’at (9/1/2026) kemarin.
Daftar rincian keracunan masal MBG ini sebagai berikut :
Daftar rincian keracunan masal MBG ini sebagai berikut :
– 4 siswa PAUD Tunas Harapan
– 5 siswa TK Pertiwi.
– 30 siswa dan 3 guru 1 SDN 1 Trisari.
– 24 siswa SDN 2 Trisari.
– 13 siswa dan 1 guru SDN Glapan (13 siswa, 1 guru).
– 57 siswa, 3 guru dan 3 wali murid SDN 1 Penadaran.
– 28 siswa dan 4 guru SD 2 Penadaran.
– 40 siswa dan 3 guru SDN 3 Penadaran.
– 208 siswa SMP Miftahul Huda.
– 52 siswa SMK Miftahul Huda.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Djatmiko melalui sambungan telepon, Sabtu (10/12/2025) membenarkan ratusan orang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG) di Kecmatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Rata-rata korban keracunan mengalami sakit perut, mual, muntah hingga diare.
“ Informasinya mereka (diduga keracunan dari) habis makan MBG yang hari Jumat (9/1/2026) lalu…” kata Djatmiko.
Para korban awalnya mulai mengeluhkan adanya masalah kesehatan pada Jum’at (9/1/2026) malam. Keesokan harinya, Sabtu (10/1/2026) mereka beramai-ramai absen tidak masuk sekolah.
“ Jum’at malam ternyata kok ada puluhan (siswa) mual, muntah, ada yang diare. Kemudian hari Sabtu tadi teman-teman Dinkes melakukan pengecekan, pemeriksaan di lapangan. Sabtunya banyak yang enggak masuk (sekolah)…” ujarnya.
Dinkes Grobogan masih terus bergerak untuk melakukan penanganan peristiwa keracunan masal ini yang berakibat ada sebagian orang yang harus dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan.
“ Ini teman-teman masih mengawal yang ada di Ponpes di Ngroto karena ada beberapa yang sampai dilakukan rujukan. Tadi info terakhir itu ada yang di Rumah Sakit Getas Pendowo, RSU, terus ada yang di Puskesmas juga. Kita lakukan penanganan, memang kalau yang bisa rawat jalan kita rawat jalan…” ungkapnya.
“ Terkait data masih kita sandingkan karena teman-teman tadi di lapangan, yang di daerah pondok itu kan terus bertambah. Tapi kalau yang ditangani teman-teman tadi di Puskesmas dan ada yang di pondok sekitar 174 (orang). Nanti data lengkapnya itu besok Insyaallah sudah bisa diinformasikan…” pungkasnya.
Dari ratusan korban keracunan tersebut, 12 orang dirujuk ke Puskesmas Kedungjati, 11 orang ke RSUD purwodadi, 33 orang ke RSUD Getas Pendowo, dan 8 orang dirawat di Ponpes.
Djatmiko menjelaskan, menu yang disajikan pada Jumat (9/1/2025) terdiri dari nasi kuning, abon, telur dadar, selada dan timun iris sebagai menu utama. Keripik tempe dibungkus plastik transparan dan satu butir buah jeruk belum dikupas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Purnyomo mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menindaklanjuti laporan keracunan masal tersebut.
“ Langkah kami, selalu dan masih berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti pak Camat, Danramil, Kapolsek, Puskesmas, RSU, Ka Dinkes, Ka Ketahanan Pangan, para media, serta pihak terkait lainnya, termasuk pak Sekda…” kata Purnyomo.
Sementara Kapolres Grobogan, AKBP Ike Yulianto Wicaksono juga bergerak cepat untuk membantu dan melayani warga yang mengalami masalah kesehatan akibat peristiwa ini.
“ Kami saat ini masih bantu warga dan melayani terkait antisipasi dampak kesehatan…” kata Kapolres.
Tampak dilokasi kawasan SPPG yang diduga menyajikan makanan tersebut telah dipasangi garis polisi pada Sabtu (10/1/2025) usai dugaan keracunan ini mencuat, situasi SPPG sepi tidak ada aktifitas.










