BANJIR DAN TANAH LONGSOR AKIBAT CURAH HUJAN EKSTRIM MELANDA WILAYAH MURIA RAYA (Bagian 1)

Headline, Nasional, Sosial662 Dilihat

Jatengtime.com-Pati-Banjir dan tanah longsor sedang melanda di wilayah Muria Raya ( Eks Karisidenan Pati : Juwana-Jepara-Kudus-Pati-Rembang-Blora ) akibat curah hujan ekstrim beberapa hari terakhir.

Sebelumnya BMKG sudah melaporkan pada akhir Desember 2025 lalu, bahwa puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Januari 2026. Wilayah dengan potensi hujan tinggi hingga sangat tinggi berpotensi melampaui 500 milimeter per bulan meliputi Sumatra bagian selatan, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Papua bagian selatan, serta sebagian Sulawesi Selatan.

Berdasarkan informasi terkini (per 11 Januari 2026), bencana banjir dan tanah longsor terparah saat ini berpusat di Kabupaten Pati. Beberapa kabupaten lain yang termasuk dalam Muria Raya berpotensi mengalami dampak tidak langsung/ringan seperti gangguan lalu lintas di jalur Pantura Pati-Rembang akibat luapan banjir.

Kabupaten Pati.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati pada Minggu (11/1/2026) setidaknya tercatat 17 kecamatan mengalami bencana, baik banjir maupun tanah longsor.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetya, Minggu (11/1/2026) menyatakan intensitas hujan ekstrim di Bum Mina Tan ini mengakibatkan DAS (Daerah Aliran Sungai) meluap menggenangi beberapa kecamatan.

Kondisi itu membuat debit air di sejumlah sungai di wilayah Pati yang berhulu di Pegunungan Kendeng dan Gunung Muria meningkat. Di beberapa titik tanggul sungai jebol akibat tidak kuat menampung aliran air hingga akhirnya air meluap ke permukiman dan lahan pertanian warga.

“ Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dan cuaca yang sangat ekstrem di wilayah Pati beberapa hari ini, mengakibatkan DAS Daerah Aliran Sungai di wilayah Pati tidak mampu menampung debit air hujan dan meluap menggenangi beberapa kecamatan…” kata Martinus.

Banjir awal tahun ini terjadi sejak Jum’at (9/1/2026) malam. Banjir di sejumlah kecamatan sudah surut lantaran kondisinya adalah banjir bandang. Namun masih potensi banjir susulan lantaran hujan masih mengguyur wilayah Kabupaten Pati hingga saat ini.

Daerah yang terdampak banjir dan tanah longsor meliputi 13 kecamatan terdampak banjir, yakni Pati Kota, Wedarijaksa, Margoyoso, Dukuhsekti, Margorejo, Tambakromo, Gabus, Winong, Batangan, Jakenan, Tayu dan Juwana.

2 kecamatan terdampak tanah longsor yaitu Gembong, Tlogowungu dan Gunungwungkal dan 1 kecamatan mengalami banjir dan tanah longsor yaitu Kecamatan Puncakwangi.

Salah satu desa yang terdampak banjir parah yakni Desa Bulumanis Kidul dipicu tanggul Sungai Suwatu jebol. Setidaknya 300 rumah terdampak banjir bandang dan menyisakan lumpur, puing-puing dan gelondongan kayu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *