BANJIR DI MIJEN DEMAK MEMAKAN KORBAN, 1 ANAK MD TENGGELAM WAKTU BERMAIN DI SUNGAI

Jatengtime.com-Demak-banjir yang melanda beberapa wilayah kecamatan Demak memakan korban. 1 anak, MSU (8th) kelas 2 SD Alamat Desa Bantengmati Rt.04/3 kecamatan Mijen Kabupaten Demak ditemukan meninggal dunia tenggelam saat bermain di sungai.

Menurut pengakuan salah satu temanya, Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB korban bermain air bersama teman – temannya di sungai Midah (terusan sungai Lobang) yang masuk wilayah Desa Mlaten Kecamatan Mijen Kabupaten Demak.

Setelah cukup puas bermain disungai sekira pukul 12.00 WIB,  teman-temanya tidak melihat korban, mereka hanya melihat sepeda milik korban. Teman-teman korban segera meminta tolong kepada pekerja bangunan yg berada di sekitar lokasi kejadian.

Pekerja bangunan dan warga kemudian mencari korban disekitar TKP, korban akhirnya ditemukan korban sudah dalam keadaan tenggelam didalam syfon (gorong-gorong). Korban sempat di beri pertolongan warga dengan cara posisi tubuhnya di balik dengan maksut agar air yang masuk tubuhnya keluar.

Warga terus berusaha menolong korban dengan cara dibawa ke salah satu di Desa Dondong Kecamatan Demak Kabupaten Demak dan dinyatakan sudah meninggal dunia.

Pukul 14.00 WIB, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka dan diperiksa Bidan Desa Luthfi Handayani dan dinyatakan tidak ditemukan adanya tanda – tanda kekerasan maupun luka – luka pada tubuh korban dan langsung dimakamkan di pemakaman umum Desa Bantengmati Kecamatan Mijen Kabupaten Demak.

Suratno salah satu warga Mlaten menerangkan bahwa saat kejadian kondisi sungai hingga areal persawahan hingga pemukiman memang sedang banjir.

“ Tentu kita semua ikut berduka dan berbelasungkawa kepada keluarga almarhum adik MSU atas kejadian ini. Saat kejadian kondisi sungai hingga areal persawahan hingga pemukiman memang sedang banjir, dan memang anak anak bermain di sungai sudah biasa…” kata Suratno.

“ Saat kejadian pekerja bangunan di dekat lokasi kejadian, boten nglegewo (Tidak melihat karena sibuk bekerja). Mereka baru tahu setelah ada temanya yang minta tolong…” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *