CAMAT KARANGANYAR DEMAK PANTAU BANJIR, POMPA AIR, POS PEGUNGSIAN DAN POSKO KESEHATAN, BANJIR MULAI BERANGSUR SURUT

Jatengtime.com-Demak-Walau banjir yang menggenangi wilayah Desa Wonorejo dan sekitarnya mulai surut, tidak menyurutkan Camat Karanganyar Ungguh Prakoso, S.STP, M.Si untuk terus memantau kondisi banjir, pompa air BPBD, pos pengungsian dan Posko kesehatan.

Ungguh Prakoso kepada wartawan menyatakan pemantauan ini merupakan bagian dari upaya bersama dan bentuk respons cepat terhadap penanganan banjir yang mengganggu aktifitas warga dan pelayanan Pemkab kepada warga.

“ Hari ini, kami melakukan pemantaun perkembangan kondisi banjir walaupun mulai surut, kondisi pompa air apakah ada kendala atau lancar sesuai harapan, genangan air segera surut dan aktivitas masyarakat kembali normal…” kata Ungguh.

“ Untuk pos pengungsian pihak pemerintah desa dan kecamatan sudah menyiapkan, masing-masing 2 pos di desa Wonorejo dan 2 pos di Desa Ketanjung. Namun sampai hari ini masyarakat belum ada yang menempati, sementara hanya mengungsi di tetangga yang btidak kebanjiran…” ujarnya.

Di posko Kesehatan Masjid Al-Busro, Ungguh sempat berdialog dengan warga terkait kesehatan akibat lingkunganya terendam banjir.

“ Di semua posko Kesehatan sampai saat ini, tidak terjadi terjadi penumpukan warga yang memeriksakan kesehatan akibat lingkunganya terendam banjir. Penyakit yang diderita masih dalam kategori ringan akibat cuaca dan genangan air seperti batuk, demak hingga gatal-gatal…” ungkapnya.

“ Soal obat-obatan dan pelayanan kesehatan gratis dan cukup. Pemkab Demak melalui Dinas Kesehatan telah siaga sampai kemungkinan terburuk. Mobil ambulans, tenaga medis kita siapkan jika masyarakat membutuhkan…” imbuhnya.

Masyarakat masih trauma kejadian banjir bandang akibat jebolnya tanggul sungai Wulan.

Ungguh membenarkan masyarakat ada yang masih trauma kejadian banjir bandang akibat tanggul sungai Wulan tahun 2024 yang menenggelamkan puluhan desa di berbagai kecamatan.

“ Ya kita semua maklumi, masyarakat punya trauma akibat banjir tahun 2024 yang bahkan terjadi dua kali. Yang ke dua malah terjadi waktu bulan puasa. Oleh karena itu jika boleh kami menyarankan mari bersama-sama meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan demi terciptanya wilayah Kecamatan Karanganyar yang aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana…” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *