Jatengtime.com-Jepara-Seakan tidak mengenal hari libur, Bupati Jepara Winarso Utomo, Sabtu (24/1/2026) turun langsung ke Desa Tempur, Kecamatan Keling, untuk mengecek progres pembukaan akses jalan alternatif Tempur-Sumanding yang terus dikebut pascalongsor dan banjir beberapa hari lalu.
Bupati Winarso memastikan proses pembukaan jalan alternatif Tempur-Sumanding berjalan sesuai rencana, sekaligus memberi dukungan kepada warga dan relawan yang selama beberapa hari terakhir bergotong royong membuka jalur penghubung agar warga Desa Tempur tidak terisolir lagi.
Pemkab Jepara menargetkan pemulihan akses jalan menuju Desa Tempur dapat tercapai sebelum bulan Ramadan. Pemkab juga menyiapkan langkah jangka menengah hingga panjang berupa rekonstruksi jalan utama dan penanganan titik rawan longsor.
Pemkab Jepara sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BPBD serta balai teknis, untuk melakukan kajian lanjutan terhadap kondisi kontur tanah dan aliran sungai di sekitar lokasi terdampak.
Carik Desa Tempur, Mahfudz Ali, kepada wartawan menuturkan jalur alternatif yang dibuka kembali memiliki panjang sekitar 6 hingga 7 kilometer yang akan menghubungkan Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, menuju wilayah Tempur melalui jalur perbukitan yang eksotik.
“ Matur nuwun pak Bupati Winarso. Walau di hari libur masih menyempatkan diri naik ke Tempur untuk mengecek langsung kondisi desa kami, sekaligus meninjau pembukaan akses Tempur-Sumanding…” kata Mahfudz.
Pembukaan jalan alternatif Tempur-Sumanding sangat penting dilakukan sebagai solusi sementara setelah akses utama Desa Tempur terputus total akibat diterjang banjir dan tanah lonsor beberapa waktu lalu.
Material longsor yang berupa batu berbagai ukuran dan tanah menutup badan jalan bahkan di beberapa titik merusak dan memutus infrastruktur jalan utama, termasuk jembatan penghubung.
Saat ini, jalur alternatif Tempur-Sumanding yang terbatas dan belum sepenuhnya aman untuk kendaraan umum sudah mulai bisa dilalui kendaraan khusus berpenggerak empat roda (4WD).
“ Pemerintah desa dan warga Tempur berharap pembukaan jalan alternatif ini menjadi solusi sementara yang efektif sambil menunggu pembangunan akses jalan permanen yang lebih layak dan aman…” pungkasnya.
Relawan dari berbagai unsur bersama warga terus melakukan perataan tanah, pemecahan batu besar dan pembersihan jalur agar akses darurat ini bisa segera dimanfaatkan untuk mobilitas warga dan distribusi logistik.







