Jatengtime.com-Demak-Polsek Sayung bekerjasama dengan BBKSDA dan BPBD sampai saat ini bekerjasama dengan BBKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jateng dan BPBD kabupaten Demak masih memburu monyet liar yang menyerang bayi usia 4 bulan yang mengakibatkan luka serius di kepala bagian kiri.
Beruntung, bayi malang anak ke 2 pasangan Heri dan Atik bernama Areta Aghnia Prameswari, jenis kelamin perempuan, alamat RT 03 RW 0, Dukuh Bedono, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, selamat dan sampai saat ini masih dirawat di RSUD Sunan Kali Jaga Demak.
Kapolsek Sayung AKP Suprapto kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026) menegaskan langkah yang diambil pihaknya bertujuan untuk melindungi masyarakat dari serangan kera yang ternyata berjumlah 3 ekor dinilai liar, ganas dan tidak takut sama manusia.
“ Langkah yang diambil Polisi semata-mata untuk memberikan perlindungan dan pengayoman kepada seluruh warga diwilayah hukum Polsek Sayung. Informasi yang kami terima monyet yang berkeliaran di desa-desa pesisir Sayung berjumlah 3 dan berukuran besar-besar. Mereka liar, ganas dan tidak takut pada manusia, ini sudah termasuk kategori serius…” kata Suprapto.
“ Kami gandeng BBKSDA dan BPBD serta masyarakat untuk terus memantau dan memburu primata yang berpotensi menularkan virus Rabies ini. Kejadian terhadap adik Aghnia semoga tidak terulang lagi baik di wilayah Sayung atau sekitarnya…” ujarnya.
Kapolres Demak ajak warga hidupkan lagi Siskamling.
Sesuai arahan Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra SH SIK MSi, Kapolsek Suprapto juga mengajak warga agar menghidupkan giatkan Siskampling untuk menjaga lingkungan mulai tingkat RT hingga Desa agar pergerakan monyet liar ini terbatas dan tidak masuk kelingkungan pemukiman warga.
“ Sesuai arahan Kapolres, monggo kita hidupkan lagi Siskamling, agar kewaspadaan dan kehati-hatian warga kembali terjaga. Kita juga minta agar warga yang kebetulan punya anak kecil terutama balita untuk menutup pintu dan jendela saat melakukan aktifitas didalam rumah. Kalau melihat monyet-moyet itu terlihat berkeliaran, segera beritahu warga lain dan bersama-sama menghalau keluar dari pemukiman…” ungkapnya.
Slogan WALI Polres Demak untuk memberikan rasa aman dan pelayanan maksimal.
“ Langkah kami ini juga salah satu wujud dari semangat Polres Demak dengan sebutan ‘WALI’, Waspada, Amanah, Lugas, dan Inovatif. WALI kami ciptakan untuk mewujudkan keamanan dan pelayanan presisi. Slogan ini menekankan waspada (peka situasi), Amanah (bertanggung jawab), Lugas (pelayanan cepat) dan Inovatif (terobosan pelayanan)…” imbuhnya.
“ Kami juga selalu mengedepankan semangat humanis aktif atas kejadian yang menimpa adik Aghnia. Dengan cara gimana…? yaitu tiap hari kami selalu komunikasi dengan pihak RSUD SUKA dengan maksut memantau perkembangan kesehatan adik Aghnia. Psikologi ke dua orang tua yang menunggui di RSUD SUKA juga kami pantau, kami terus semangati agar tetap tabah dan semangat…” pungkasnya.







