Jatengtime.com-Jakarta-Imbas perang antara Iran vs israel yang dibantu Amerika sempat membuat ribuan jamaah umroh asal Indonesia tertahan di Jeddah belum bisa pulang ke tanah air.
Penantian ribuan jamaah umrah yang sempat tertahan di Jeddah akhirnya berangsur membaik, sebanyak 400 jamaah umrah mulai bisa diterbangkan pulang ke Indonesia dengan menggunakan maskapai Lion Air, kode penerbangan JT111.
400 jamaah tersebut diberangkatkan dari hotel tempat menginap pada Sabtu (27/12/2025) malam dan Minggu (28/12/2025) pukul 01.24 Waktu Arab Saudi (WAS) lepas landas dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Harun Al Rasyid, dalam keterangannya di Madinah, Sabtu (27/12/2025) menjelaskan bahwa terdapat 800 jamaah umrah yang terdampak penundaan kepulangan akibat kendala teknis maskapai Lion Air yang terjadi sejak Kamis (25/12/2025).
Setelah koordinasi intensif dengan pihak maskapai, proses pemulangan jamaah akhirnya dibagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama berjumlah sekitar 400 orang telah berhasil dipulangkan, 400 jamaah lainnya dijadwalkan menyusul pada penerbangan berikutnya.
“ Saat tim kami turun ke lapangan, satu rombongan sekitar 400 jamaah sudah berhasil dipulangkan. Satu rombongan lainnya direncanakan terbang ke Tanah Air malam ini…” kata Harun.
Harun memastikan seluruh jamaah selama berada di Jeddah mendapatkan fasilitas penginapan di tiga hotel, yakni Wow Hotel 1, Carwan Hotel, dan Wow Hotel 2.
Harun juga mengingatkan seluruh pihak penyelenggara perjalanan umrah dan maskapai penerbangan agar lebih serius dalam melakukan persiapan, khususnya memastikan kelaikan dan kesiapan armada sebelum memberangkatkan jamaah.
Sementara Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk terus memantau proses pemulangan hingga seluruh jamaah umrah yang terdampak perang Iran vs Israel benar-benar tiba di Tanah Air dengan aman dan selamat.







