BUPATI PEKALONGAN KENA OTT KPK, ISU YANG BEREDAR GARA-GARA TIMSESNYA IKUT NGATUR PEMERINTAHAN DAN PROYEK

Jatengtime.com-Pekalongan-Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (Dr Laila Fathiah Fadia,SE,MM) , Selasa (3/3/2026) terjaring OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK, ini prestasi OTT KPK ke 7 dalam kurun waktu bulan Ramadan 1447 Hijriah, tepatnya tahun 2026 Masehi.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/3/2026) membenarkan pihaknya telah mengamankan putri pedangdut terkenal A.Rafiq yang juga pernah menjadi artis dangdut dengan lagu ‘Cik cik bum bum’.

“ Iya benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim kami mengamankan sejumlah pihak di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Salah satunya Bupati…” kata Budi.

Budi menambahkan saat ini Bupati Pekalongan dalam proses dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk dilakukan pemeriksaan secara lebih lanjut.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari para pihak yang ditangkap dalam OTT tersebut sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Selain melakukan OTT, Tim senyap KPK juga menyegel sejumlah ruangan di kantor lantai 2 lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, antara lain : ruangan kantor Bupati Pekalongan, kantor Sekretaris Daerah (Sekda) dan ruangan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pekalongan.

Di depan pintu ruangan-ruangan tersebut, terdapat kertas segel khas berlogo KPK, warna putih dan merah, bertuliskan ‘DALAM PENGAWASAN KPK’ dan tulisan tanggal 3-3-2026, beserta tanda tangan penyidik KPK.

“ KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring OTT. Saat ini, pihak-pihak yang terjaring OTT masih berstatus sebagai terperiksa…ungkap Budi.

Untuk sementara KPK belum menyebut Bupati Pekalongan telah melanggar atau melakukan perbuatan melawan hukum (korupsi) apa hingga terjerat KPK. Namun beberapa sumber terpercaya menyebut diduga timses Bupati Pekalongan sering mengatur jalanya pemerintahan hingga mengatur proyek-proyek APBD.

“ Mereka (timses Bupati Pekalongan) itu sok kuasa, suka ngatur-ngatur urusan dinas, jual beli jabatan. Juga yang menentukan bahkan mengatur paket-paket proyek di semua OPD, kita semua ASN di semua level hanya diam gak berani negur apalagi membantah. Ibu (Bupati Fadia) kayaknya tidak tahu, beliau suka terjun langsung dilapangan. Kasihan beliau, orangnya baik sama kita (ASN)…” ungkap salah satu sumber kepada wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *