Jatengtime.com-Batam-Warga Perumahan Family Dream, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (10/3/2026) dibuat gempar dengan pembunuhan cinta segi 3 pasangan yang punya ‘Titit’ (alat kelamin pria-Jawa-Red) atau LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) akibat cemburu buta.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H melalui melalui Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Rahmat Susanto membenarkan telah terjadi kasus pembunuhan diwilayahnya.
“ Iya benar (terjadi pembunuhan). Pelaku sudah kami amankan, yang bersangkutan langsung menyerahkan diri. Saat ini masih menjalani pemeriksaan lanjutan…” kata Anggoro.
“ Pelaku ini merasa cemburu dan sakit hati karena korban (pacar LGBT) sebelumnya meminta putus dengan alasan ingin hidup normal, namun ternyata menjalin hubungan dengan pria lain…” ujarnya.
“ Korban meninggal dunia dengan kondisi luka tusuk senjata tajam (sajam) di bagian punggung dan kepala. Jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan semestinya…” ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa peristiwa itu berawal Cinta terlarang antara M Yusuf (31) dan korban AS (22) yang telah berlangsung sekitar satu tahun.
Hubungan sesama jenis ini mulai merenggang ketika M Yusuf bekerja di Bali selama 7 bulan, namun mereka tetap menjalani hubungan jarak jauh. Namun tiba-tiba, AS meminta putus dengan alasan ingin kembali menjalani hidup normal sebagai laki-laki.
Tampaknya M Yusuf punya firasat buruk, dan benar, belakangan setelah pulang dari Bali, M Yusuf mengetahui bahwa AS justru menjalin hubungan dengan pria lain berinisial AB (24) yang membuatnya emosi karena merasa dibohongi.
Tak terima cintanya dikhianati, M Yusuf lantas mengatur strategi untuk balas dendam. Selasa (10/3) sekitar pukul 11.20 WIB, dia sengaja menyewa rumah di depan rumah korban untuk memantau aktivitasnya.
Strategi cemburu buta M Yusuf berhasil, dia melihat korban keluar rumah. Yusuf lalu membuntuti korban hingga ke kawasan Perumahan Family Dream. Sesampainya di lokasi, korban masuk ke dalam rumah, sedangkan M Yusuf sudah dalam keadaan emosi tinggi langsung merangsek ikut masuk rumah tersebut.
Dan benar, saat membuka pintu kamar, M Yusuf kaget melihat AS sedang berpelukan dengan AB, yang diduga merupakan pasangan LGBT barunya. Sontak melihat pemandangan itu emosinya makin tidak terkendali.
M Yusuf lantas memukul kepala AS dan AB dengan menggunakan kayu, hingga terjadi pertengkaran hebat. M Yusuf kemudian mengeluarkan pisau dapur dari saku kirinya yang sudah dipersiapkan dan langsung menikam AS di bagian punggung dan kepala hingga mengakibatkan meninggal dunia.
Setelah melakukan pembunuhan M Yusuf panik dan melarikan diri dari lokasi, namun ternyata dia mlarikan diri dengan maksut menyerahkan diri ke Polsek Nongsa, Selasa (10/3/2026) siang dalam keadaan tubuhnya penuh bercak darah pada bagian tubuhnya.
M Yusuf mengaku selama ini, dialah yang menafkahi korban, memberikan nafkah Rp 150.000/hari, membelikan i-phone dan barang-barang mahal lainya.
“ Saya kesal, marah merasa dibohongi sama dia. Makanya saya nekat membunuhnya…” kata M Yusuf penuh penyesalan.







