Jatengtime.com-Demak-Banjir besar kali Tuntang yang membelah Kabupaten Demak, Jum’at 3/4/2026) sejak pukul 05.00 WIB tidak hanya menenggelamkan areal ribuan pemukiman, ratusan hektar persawahan serta insfrastruktur, namun ada juga 2 korban meninggal dunia.
1 siswi SD AR (8), RT 6/4 Dukuh Solondoko Wetan, Desa Trimulyo, Kecamatan Gunur dan 1 konten kreator aktif, dan terkenal dermawan di desanya, NH (30), Dukuh Kroya Desa Gebangarum, Kecamatan Bonang
Korban MD siswi SD.
Ketika banjir deras melanda Desa Trimulyo, Jum’at (3/4/2026) AR yang awalnya terlihat bermain air dengan teman-temanya dilaporkan hilang. Ada warga yang sempat bertanya pada teman AR, namun karena dalam keadaan panik karena air makin banyak menggenangi rumah warga, teman AR menyebut kemungkinan terpeleset jatuh di areal persawahan yang sudah banjir dan berarus cukup deras.
Ada juga warga lain yang menyebut kemungkinan ikut warga lain mengungsi. Orang tua dan keluarga AR sudah mencari ke beberapa tempat pengungsian namun tidak ditemukan.
Tim SAR gabungan BPBD Demak dan Kudus dibantu warga terus mencari keberadan korban di lokasi persawahan seperti informasi dari warga. Hingga akhirnya Sabtu (4/4/2026) pagi Anita ditemukan sudah meninggal dunia di area persawahan yang sudah mulai surut airnya.
Tangis haru semua warga dan Tim Sar gabungan Demak dan Kudus yang sempat ikut membantu mencari keberadaan Anita, dan akhirnya ditemukan, serta melihat Jalil (ayah Anita) membopong jenazah anaknya untuk dibawa pulang ke rumah.
Korban konten kreator Bonang.
1 korban lagi akibat banjir Sungai Tuntang di wilayah Dukuh Pidodo, Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang, adalah seorang konten kreator, Nurul Huda
Kronologi penemuan korban bermula saat salah seorang warga setempat melihat sepeda motor yang terparkir di tanggul Sungai Tuntang, Desa Karangrejo, Jum’at (3/4/2026) sore. Tak jauh di lokasi juga ditemukan satu sandal jepit.
Karena merasa curiga motor dan sandal jepit korban tetap di lokasi hingga Jumat (3/4/2026) malam, warga akhirnya melaporkan ke perangkat desa setempat hingga Polsek Guntur.
Tim SAR Gabungan Demak dan Kudus, relawan, TNI dan Polri, Sabtu (4/4/2026) pagi akhirnya menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia (MD) sekitar 500 meter dari posisi sepeda motornya.
Ucapan belasungkawa dari Pemkab, instansi terkait hingga Tim SAR Gabungan.
Mendapat laporan telah ditemukan 2 warga Demak meninggal dunia, Sekda Demak, Akhmad Sugiharto, ST.MT atas nama Pemkab Demak, instansi terkait, relawan serta seluruh Tim SAR gabungan TNI, Polri dan BPBD mengucapkan bela sungkawa paling dalam.
“ Atas nama Pemkab Demak, instansi terkait, seluruh relawan, seluruh Tim SAR gabungan TNI, Polri dan BPBD, kami hanya mampu mengucapkan bela sungkawa paling dalam. Semoga ke dua korban diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan. Kejadian banjir tahun ini semua sudah takdir dan kedepan kita semua harus lebih hati-hati dan selalu terjaga rasa kepedulian kepada sesama dan alam serta selalu terjaga jiwa kerukunan antar dan seluruh warga Demak…” kata Sugiharto.













