Jatengtime.com-Kudus-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat banjir dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kudus pekan in yang mengakibatkan 25 desa tergenang, sebanyak 48.193 jiwa (15.237) terdampak.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Eko Hari Djatmiko kepada awak media, Kamis (15/1/2026) menyatakan 48.193 jiwa yang terdampak tersebut tersebar di 6 kecamatan Kota Keretek yang mengalami peningkatan debit air akstrim akibat hujan deras sejak Senin (12/1/2026).
“ Puluhan desa yang terdampak banjir saat curah hujan tinggi sejak Senin (12/1/2026) tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, Bae, dan Jati…” kata Eko.
Wilayah terdampak paling luas adalah Kecamatan Mejobo dengan 10 desa tergenang. Sedangkan wilayah lain meliputi Kecamatan Jekulo 5 desa tergenang, Jati 4 desa tergenang, Kaliwungu 3 desa tergenang, Undaan 2 desa tergenang dan Kecamatan Bae 1 desa tergenang.
Total pengungsi: 164 jiwa ditempat pengungsian TPQ Khurriyatul Fikri, Desa Pasuruhan Lor dan MI Hidayatus Shibyan.
Pemkab Kudus telah mengoperasikan dapur umum di 7 titik strategis, meliputi Kantor PMI Kudus, MI Hidayatus Shibyan Desa Temulus, balai desa Kesambi, Jojo, Kirig dan Karangrowo.
Bencana ini juga menggenangi Jalan Lingkar Kudus-Pati sejak Minggu (11/1/2026), meliputi Jembatan Ngembalrejo, Bukduwur, Tenggeles dan Jembatan Hadipolo yang mengakibatkan arus lalu lintas tersendat serta memicu antrean kendaraan yang cukup panjang.
Kudus juga dikepung ancaman tanah longsor baik skala kecil maupun besar masing masing di Kecamatan Dawe 92 lokasi, Kecamatan Gebog 38 lokasi dan Kecamatan Bae 2 lokasi.







