INGAT PESAN SEKDA DEMAK SAAT BUBER, CEO PT CERIA PUTRA PERDANA PATI SANTUNI KELUARGA KORBAN MD BANJIR TRIMULYO

Headline, Nasional, Sosial159 Dilihat

Jatengtime.com-Demak-Bencana banjir bandang akibat tanggul sungai Tuntang jebol, Jum’at (3/4/2026) yang menenggelamkan areal pemukiman, pertanian hingga ada 1 korban meninggal dunia (MD) menyentuh nurani banyak pihak untuk sekedar berbagi.

Demikian juga Kukuh Jalu Wicaksono, CEO biro perjalanan wisata PT. Ceria Putra Perdana Pati, bersama Siti Nur Aini (istri) dan Ryshaka Ceria Wicaksono (anak) Minggu (5/4/2026) siang mendatangi rumah Jalil dan Erna di RT 6/4 Dukuh Solondoko Wetan, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur yang tak lain adalah orang tua Anita Rahmawati (8), siswi SD yang ditemukan meninggal dunia saat banjir menerjang desanya.

Kedatangan pasangan pengusaha (biro perjalanan wisata) muda yang telah berpengalaman dan punya rekam jejak menjamu wisatawan ke berbagai daerah ini ternyata berawal dari pesan Sekda Demak, Akhmad Sugiharto,ST.MT saat memberikan sambutan dalam acara Buka bersama (Buber) Kamis (5/3/2026) di RM Kalijaga Demak (https://jatengtime.id/2026/03/05/buber-di-rm-kalijaga-sekda-demak-ajak-biro-perjalanan-dan-po-bus-lebih-lama-kunjungi-potensi-wisata-kota-wali/).

“ Pesan bapak Sekda Demak walaupun sederhana namun bagi saya dan istri sangat bermakna…” kata Jalu.

“ Pesan beliau sepintas hanya mengajak kerjasama saling menguntungkan dalam hal pariwisata, namun pesan yang sangat mendalam dan bermakna adalah ketika beliau berpesan untuk selalu berbagi ketika mendapat rejeki dari Allah SWT…” ujarnya.

“ Pesan tersebut membuat kami sekeluarga makin merasa kecil, dan ketika istri saya membaca berita, Demak sedang mengalami bencana alam dan yang lebih bikin istri saya haru ada korban siswi SD meninggal dunia. Istri saya, hari ini langsung pingin silaturahmi ke rumah orang tua korban…” ungkapnya.

Siti Nur Aini (istri Jalu) ternyata tidak hanya teringat pesan pak Sekda, namun mungkin dikarenakan namanya mirip dengan ibu Sekda (Nur Aeni) yang waktu pertama kali berkenalan di acara halbi tersebut, merasa ada pesan tersirat yang lebih dalam terhadap pribadi ibu Sekda yang sederhana namun terkesan ‘ngemong’ (melindungi).

“ Walau saya baru bertemu pertama kali dan kenalan dengan ibu (Nur Aeni, istri Sekda Demak) ibu punya ‘Nur’ (cahaya/cahaya) yang adem. Awalnya kami semua (pemilik bus dan biro perjalanan) ngak nyangka, sekelas ibu Sekda begitu sederhana, mau berbaur dengan kami…” kata Siti Nur Aini.

“ Ibu Sekda sangat sederhana dalam penampilan dan yang membuat kami semua merasa ayem ternyata cara ibu ‘ngendikan’ (memberi nasehat) sangat dalam artinya, ngemong dan layak dijadikan ‘suritauladan’ seperti ibu kandung kami sendiri…” ujarnya.

“ Makanya ketika saya baca berita ada bencana alam di Demak saya langsung ngajak suami agar bisa bertemu sekedar silaturahmi, ikut belasungkawa dan kami berdo’a agar orang tua korban selalu mendapat ketabahan ketika mendapat cobaan. Kedatangan kami ke sini terinspirasi dari saran dan nasehat bapak dan ibu Sekda Demak bahwa kami harus selalu berempati, peduli terhadap sesama dan belajar berbagi kepada yang membutuhkan…” pungkasnya.

Kedatangan pasangan pengusaha muda asal Kabupaten Pati ini ternyata mendapat sambutan yang baik dari pihak warga dan Pemdes. Supawi selaku Kades Trimulyo dan beberapa perangkat desa serta Babinsa juga turut mendampingi di rumah duka.

Ryshaka Ceria Wicaksono, anak CEO  PT. Ceria Putra Perdana yang berusia 5 tahun malah suka bermain air sisa banjir (setinggi lutut orang dewasa) hingga basah kuyup bersama anak-anak tetangga orang tua korban, bahkan tidak mau diajak pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *