Jatengtime.com-Demak-Upaya jenius untuk menghindari anak didik keracunan makanan, SMPN 4 Demak, Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak membuat kebijakan merubah MBG (Makan Bergizi Gratis) menjadi SBG (Sarapan Bergizi Gratis), sementara kantin sekolah tetap bisa jualan.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 4 Demak, Aminah Aminatun, S.Pd melalui sambungan telepon membenarkan pihaknya merubah kebijakan untuk menghindari semua siswanya keracunan makanan basi.
“ Iya memang MBG adalah program wajib dari pemerintah, kami hanya merubah jam makanan yang diterima siswa saja, semua demi keselamatan, kesehatan seluruh anak didik kami. Makanan yang diterima anak didik dari SPPG masih fresh, masih anget. Dan kami juga tidak mau jadi pihak yang bertanggung jawab ketika ada kejadian keracunan…” kata Aminah.

“ Tentu sebelum membuat kebijakan ini kami sudah konsultasi dengan semua pihak yang terkait, mempelajari dan belajar dari peristiwa-peristiwa siswa keracunan diberbagai daerah dugaan penyebabnya apa. Namun kami juga tidak mau menjadi hakim yang memvonis penyebab keracunan adalah ini atau itu. Keselamatan bahkan nyawa anak didik kami di sekolah adalah tanggung jawab kami…” ujarnya.
Wakil kepala sekolah perempuan pemberani yang ternyata adik kandung Sekda Demak, Akhmad Sugiharto,ST.MT ini juga menyebut telah melalui kajian sosial ekonomi orang tua para siswa bahwa sebagaian besar bekerja ning sawah, buruh pabrik sangat jarang memasak untu sarapan pagi anak-anaknya.
“ Siswa siswi kami sejak dulu berasal dari keluarga petani hingga buruh pabrik yang karena harus berangkat kerja pagi hari gak sempat membuatkan sarapan untuk anak-anaknya. Kemudian ketika harus makan siang (MBG) kebetulan makananya sedikit saja basi, bisa dibayangkan akibatnya. Pagi berangkat sekolah belum sarapan, siangnya makan dalam kondisi basi…” ungkapnya.
“ Lantas makan siangnya gimana…? sejak dulu memang orang tua siswa disini sadar akan kebutuhan makan siang anak-anaknya. Walau dari kalangan petani dan buruh pabrik, anak-anak dibekali uang jajan yang cukup hingga pulang sekolah. Jadi kebijakan kami merubag MBG menjadi SBG juga menguntungkan kantin sekolah, anak-anak kalau siang masih bisa makan dikantin sekolah…” imbuhnya.

Aminah juga menegaskan bahwa telah mengantongi MOU dengan pihak SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) terkait mutu, kwalitas dan keamanan makanan. SMP 4 Demak tidak mau beresiko jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“ Program ini kan menyangkut kesehatan dan keamanan anak didik kami, jadi kami tidak main-main, harus tegas. Kemarin kami temukan nasi yang ‘ngletis’ (kurang masak) saya langsung hubungi penanggung jawab SPPGnya, kami tunggu besuk pagi kalau ada keluhan atau keracunan anak didik kami ya SPPG harus bertanggung jawab…” tegasnya.
“ Kami juga sangat serius dengan program MBG ini, makanya kami minta Forkopimcam dan Kepala Puskesmas Demak 2 untuk ikut monitoring MBG yang kami ubah menjadi SBG. Dan yang pasti MOU antara kami dan SPPG tetap akan terus berlaku, demi kesehatan dan keselamatan, keamanan anak didik kami dalam menerima manfaat program MBG ini…” pungkasnya.





