Jatengtime.com-Jakarta-Sebuah rekaman video ancaman Diana Murni Payapo (Diana) diketahui menjabat sebagai Ketua Persatuan Perempuan Peduli Pancasila (P4), pendukung militan mantan Presiden Jokowi saat jumpa pers sejumlah relawan Jokowi yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (2/10/2025) mengancam akan demo mabes Polri bersama 500 perempuan hanya memakai BH dan CD langsung viral menuai ribuan komentar.
Ancaman dan ajakan demo Diana dinilai sangat merendahkan martabat perempuan menuai banyak sumpah serapah netizen, bahkan ada yang komentar ‘kulitnya sudah pada kisut, dilihat dah gak merangsang’.
Dikutip dari akun Instagram @kata_hati165, Minggu (5/10/2025) Diana mengancam akan mengajak 500 perempuan demo jika Mabes Polri tak kunjung menyelesaikan kasus dugaan ijazah palsu ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu.
“ Jadi, kalau bisa Mabes Polri cepat menyelesaikan ini, kalau tidak saya organisasi perempuan, kita lima ratus perempuan berencana akan turun memakai BH (Breast Holder) dan CD (celana dalam) untuk Mabes Polri. Kita marah karena Pak Jokowi tiap hari di-bully,” kata Diana.
Usai banyak dikomentari miring akibat ulahnya sendiri yang tidak beradab, Diana ciut nyalinya dan buru-buru menggelar konferensi pers, Rabu (8/10/2025) untuk klarifikasi tidak jadi demo.
Diana mengaku ajakannya demo mamakai BH dan CD tersebut hanya spontanitas untuk menarik perhatian publik. Dia mengaku kesal terhadap Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma ( Dokter Tifa) dan Rismon Sianipar karena tak kunjung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ijazah palsu Jokowi.
“ Kemarin itu, spontanitas atas sakit hati kita yang kesal, karena polisi sampai saat ini belum menetapkan status hukum terhadap Roy Suryo cs. Padahal kan sudah tingkat penyidikan, biasanya itu kan cepat status hukumnya, tapi ini kok lambat sekali…” kata Diana.
“ Maksudnya, saya membuat kalimat itu supaya jadi perhatian, saya buat jebakan. Tujuan saya untuk menjebak orang dengan bahasa supaya ada perhatian. Buktinya, jadi perhatian dengan kalimat ini…” kilahnya.












