2 BIDAN HEROIK HARUS ‘BERTEMPUR’ DEMI MENOLONG KELAHIRAN BAYI DI DESA TEMPUR, JEPARA YANG SEDANG MENGALAMI BENCANA

Jatengtime.com-Jepara-Bidan Cindy Claudia dan bersama Bidan Liya Umayanti adalah 2 bidan yang saat ini menjadi pahlawan, ‘bertempur’ demi menolong dan meyelamatkan kelahiran bayi di Desa Tempur yang sedang mengalami bencana parah, banjir bandang dan longsor.

Bidan Cindy dan Liya sadar akan tugasnya, rela menembus keterbatasan demi satu misi kemanusiaan yang berpotensi merenggut nyawa mereka demi menyelamatkan seorang ibu yang akan melahirkan saat wilayah Desa Tempur yang akses jalanya terputus total dan menjadi desa yang terisolasi tanpa listrik maupun sinyal komunikasi.

Untuk mencapai lokasi, 2 bidan heroik Jepara ini harus menyusuri jalan yang masih penuh material longsoran dan dibayang bayangi kemungkinan longsoran susulan hanya dengan mengendarai sepeda motor dan harus berjalan kaki selama 3 jam.

dr. Murtono, Kepala Puskesmas Keling I pada Minggu (11/1/2026) kepada awak media mengisahkan, awalnya sempat ada upaya evakuasi seorang perempuan Desa Tempur yang hendak melahirkan sejak Jumat (9/1/2026) malam. Tim medis Puskesmas Keling sempat mencoba menerobos jalur menggunakan ambulans ditengah hujan lebat.

Namun tim medis ini tidak bisa menuju lokasi karena jalan akses jalan putus total dan tertutup material batu-batu akibat longsor besar. Dengan perasaan sedih Tim medis Puskesmas Keling terpaksa kembali pulang sambil mencari cara agar tetap melaksanakan tugas kemanusiaan tersebut.

“ Pelayanan kemanusiaan dan kesehatan tetap prioritas. Walaupun sempat gagal, kami tetap berjuang. Akhirnya diputuskan dua bidan kami siap berangkat kembali Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB…kata Murtono.

Bidan Cindy dan Liya lantas mengendarai sepeda motor, namun hanya bisa sampai di wilayah di Dukuh Pajang, Desa Damarwulan. 2 bidan tangguh ini dibantu relawan tim SAR kemudian berjalan kaki menyusuri jalur jalan setapak yang sulit karena hampir hilang terkena dahsyatnya benjir bandang.

Perjalanan misi kemanusiaan yang berat akhirnya bisa dilalui Cindy dan Liya, mereka akhirnya tiba di rumah warga Desa Tempur yang hendak melahirkan. Setiba di lokasi, situasi cemas langsung menyambut mereka, didepanya seorang ibu bersiap melahirkan anak keduanya, di wilayah yang sedang dikepung longsor.

“ Persalinan berjalan normal, bayi laki-laki lahir selamat. Tidak ada komplikasi, ibu dan bayi dalam kondisi sehat dan stabil…” ungkap Murtono.

Usai melakukan proses persalinan, sekitar pukul 14.00 WIB, Cindy dan Liya bersama tim medis kembali turun menuju Puskesmas Keling melalui jalur Medani-Cluwak Kabupaten Pati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *