Jatengtime.com-Jepara-Sebanyak 8 kecamatan di Kabupaten Jepara yang terdampak bencana akan segera mendapat kucuran anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 5 miliar untuk mempercepat pemulihan infrastruktur serta memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
8 kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Kalinyamatan, Kecamatan Tahunan, Kecamatan Mayong, Kecamatan Kedung, Kecamatan Welahan, Kecamatan Nalumsari, Kecamatan Bangsri, Kecamatan Kembang dan Kecamatan Keling.
Khusus Desa Tempur Kecamatan Keling yang mengalami bencana paling parah dengan kondisi jalan utama, PLN dan komunikasi putus menjadi perioritas utama Pemkab Jepara.
Pemerintah Kabupaten Jepara menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 5 miliar untuk mempercepat pemulihan infrastruktur serta memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
Kucuran dana tersebut disampaikan Bupati Jepara Witarso Utomo saat turun langsung meninjau sejumlah titik terdampak dengan membagi tim monitoring menjadi dua wilayah.
Bupati memimpin peninjauan di wilayah selatan, didampingi Ketua DPRD Jepara, Kepala Kejaksaan Negeri, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas PUPR, serta jajaran instansi terkait meninjau, Desa Pelemkerep dan Kuanyar di Kecamatan Mayong, Desa Robayan Kecamatan Kalinyamatan, Desa Ngetuk dan Pringtulis di Kecamatan Nalumsari hingga wilayah Gerdu Pecangaan dan Bongpes. Sementara Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar meninjau wilayah utara.
“ Alhamdulillah kondisi (daerah terdampak) sudah lumayan membaik. Di Tempur, logistik aman, listrik sudah menyala dan jika cuaca mendukung. Hari ini kami mulai membangun badan jalan agar alat berat bisa naik ke lokasi…” kata Witiarso.
Guna mendukung penanganan tanggap bencana, selain menggunakan anggaran BTT Pemkab Jepara juga mengoptimalkan dukungan dari CSR dan partisipasi masyarakat.
Akses menuju Desa Tempur saat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua sehingga distribusi logistik berjalan cukup lancar.
Pemkab Jepara juga mendirikan Dapur Umum guna melayani warga terdampak di Desa Tempur dan Desa Damarwulan, sementara kebutuhan layanan kesehatan dan obat-obatan dipastikan dalam kondisi aman.
“ Pemkab Jepara berkomitmen untuk mempercepat pemulihan pascabencana serta memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak tertangani secara bertahap dan berkelanjutan…” pungkasnya.







