WABUP DEMAK ‘GUS BAD’ DAN FORKOPIMDA DAMPINGI KUNKER KEPALA BNPB DAN ANGGOTA DPR RI KOMISI XII TINJAU BANJIR LIMPASAN SUNGAI KARANGANYAR

Jatengtime.com-Demak-Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin, M.Pd (Gus Bad) bersama Forkopimda, Forkopimcam, Pemdes dan berbagai unit relawan kebencanaan, Sabtu (17/1/2026) mendampingi kunjungan kerja Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M dan Anggota DPR RI Komisi XII Jamaludin Malik, meninjau wilayah terdampak banjir di Desa Wonorejo akibat limpasan sungai, kondisi Sifon peninggalan Belanda di Kecamatan Gajah yang kurang lancar dan pemberian paket sembako.

Kedatangan Kepala BNPB yang ke sekian kali di Demak (sebelumya ketika banjir bandang akibat tanggul sungai Wulan jebol tahun 2024) menindaklanjuti laporan dari Pemkab Demak melalui BPBD serta gencarnya wartawan dari media cetak dan elektronik mengabarkan keadaan bajir tahun ini akibat cuaca ektrim hingga kondisi sifon warisan Belanda yang buruk dan harus segera dibangun ulang.

Gus Bad menyampaikan Pemda Demak telah melakukan segala upaya dalam mempercepat penanganan banjir di beberapa kecamatan (Sayung, Bonang, Mijen dan Karanganyar) telah berkolaborasi dengan Pemprov Jateng.

“ Kami telah dan terus berupaya maksimal dalam penanganan banjir di beberapa wilayah tahun ini. Khusus di wilayah Desa Wonorejo, telah kita diupayakan percepatan penanganan banjir dengan cara menempatkan 1 mobile pump dari PUSDATARU Provinsi Jawa Tengah di titik lokasi pintu Sipon Gajah, 1 mobile pump dari BPBD Provinsi Jateng di titik lokasi Desa Wonorejo dan 1 pompa dorong alkon BPBD Kabupaten Demak di titik lokasi pintu Sipon Gajah…” kata Gus Bad.

“ Tentu kita semua juga mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan wartawan baik cetak maupun elektronik yang sejak terjadi banjir terus mengupdate berita dengan berbagai suka duka…” ujarnya.

“ Kita semua juga sangat berharap banjir segera surut, terutama di wilayah Karanganyar ini. Kita semua maklum pasti ada trauma warga karena pernah mengalami banjir akibat tanggul sungai Wulan yang jebol. Banjir tersebut bahkan terulang selang 40 hari dari banjir pertama…” pungkasnya.

Dalam kunker ini, Kepala BNPB juga menyalurkan bantuan logistik berbagai kebutuhan dasar seperti sembako dan perlengkapan lainnya untuk korban terdampak banjir di wilayah Desa Wonorejo antara lain : 200 paket sembako, 100 pcs selimut, 100 pcs matras, 100 pcs kasur lipat, 200 paket alat kebersihan, 2 pompa Alkon, 200 kajet alat kebersihan dan 1 unit perahu mesin berbahan Fiberglass (polytelin).

Bantuan ini merupakan bagian dari tanggap darurat penanganan dampak banjir dan diharapkan dapat membantu masyarakat yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Atas pemaparan dari Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono, S.IP., MM, Kepala BNPB dan Pemkab Demak akhirnya menemukan solusi bersama terkait penanganan banjir di Desa Wonorejo Kecamatan Karanganyar dengan teknis dan cara antara lain :
– Untuk dilakukan pengerukan dan pembersihan sampah yang menyumbat di sipon sampai ke dalam gorong gorong serta pemasangan jaring penahan sampah.
– Dilakukan skema penjagaan dan tenaga gotong royong pembersihan setiap hari di lokasi sipon selama satu bulan kedepan selama proses pembersihan.
– Pengoperasian Mobile Pump dari BNPB dalam pompanisasi di sipon Gajah selama proses pembersihan sipon berlangsung dan kembali normal.
– Mendorong/ mengusahakan PU Pusat membangun Sipon Gajah yang akan di laksanakan pada tahun 2026.
– Biaya kegiatan normalisasi sipon Gajah untuk jangka pendek di tanggung oleh BNPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *