Jatengtime.com-Pati-Bupati Pati, Sudewo yang tertangkap dalam operasi OTT oleh KPK diduga terkait korupsi jual beli jabatan 800-an perangkat desa di wlayah Kecamatan Jaken dengan mahar Rp 100 juta lebih/orang.
Drama perburuan hingga penangkapan bupati yang pernah di demo rakyatnya sendiri yang dipimpin Botok dan Teguh ini digelar ‘Tim Senyap KPK’ sejak Minggu (18/1/2026) pukul 22.00 WIB malam hingga Senin (19/1/2026) pukul 03.00 WIB dini hari.
‘Tim Senyap KPK’ awalnya memburu Camat Jaken, Tri Agung Setiawan di rumah dinasnya. Dari Camat Jaken kemudian diamankan kepala desa hingga perangkat desa dari wilayah Kecamatan Jaken.
Berturut turut juga diamankan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pati, Tri Haryama. 10 orang saksi dari unsur bendahara, staf kecamatan, hingga perangkat desa yang dimintai keterangan.
Dari OTT di kabupaten yang masih dilanda banjir bandang dan tanah longsor ini, tim KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai miliaran rupiah yang dikemas dalam dua buah koper.
Salah satu sumber dari interen ‘Pendopo’ menyebutkan ada dugaan praktik setoran massal yang melibatkan sekitar 800 perangkat desa. Sudewo sempat mengumpulkan mereka dalam sebuah pertemuan tertutup terkait setoran mahar masing-masing di atas Rp 100 juta/orang .
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Pati, Sugiyono, saat dimintai informasi oleh wartawan mengaku tidak mengetahui kabar penangkapan bupatinya. Sugiyono malah menyebut bupati Sudewo sesuai jadwal agenda harusnya menghadiri Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia di Batam.
Pantauan di Pendopo Kabupaten Pati, tampak suasana sepi dan lengang, tidak seperti biasanya. Mobil dinas Sudewo berpelat nomor polisi K 1 A terlihat terparkir di halaman pendopo. Raihan, ajudan bupati membenarkan Sudewo saat ini berada di luar kota namun enggan memberikan penjelasan detail keluar kota mana.
Polres Kudus dan Polsek Sumber Rembang seteril dan dijaga ketat.
Polres Kudus yang menjadi lokasi pemeriksaan Sudewo tampak seteril dan dijaga ketat. Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo saat dimintai konfirmasi oleh awak media, belum memberikan respons.
Senada dengan Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo, situasi di Polsek Sumber, Rembang yang menjadi lokasi pemeriksaan Camat Jaken dan beberapa saksi tampak seteril dan dijaga ketat. Kapolsek Sumber AKP Pujiono enggan memberikan keterangan atau informasi kepada awak media. Bahkan wartawan tidak diberi kesempatan untuk mendekat.
Salah satu warga mengatakan kaget dengan keluar masuk banyak kendaraan di Polsek Sumber.
“ Ya keget mas, gak seperti biasanya (suasane Polsek Sumber) sepi. Baru sekitar pukul 22.30 WIB, banyak kendaraan minibus pelat H keluar-masuk ramai banget. Sejumlah minibus pelat H tampak berjejer di halaman polsek, berdampingan dengan kendaraan dinas Polsek Sumber…” ungkapnya.







