Jatengtime.com-Kudus-Sebanyak 70 (sempat diinfokan ratusan) siswa SMA Negeri 2 Kudus diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) soto ayam suwir bikinan SPPG Purwosari, Kamis (29/1/20026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris langsung turun lapangan, mengerahkan 50 mobil ambulans, tenaga medis, TNI, Polri dan BPBD guna mengevakuasi dan dirawat para siswa di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Kudus.
Dari 70 siswa yang mengalami keracunan 22 siswa dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus, 10 siswa di RS Mardirahayu, 10 siswa di RSI, 17 siswa di Rumah Sakit Satkes, dan 11 siswa di RS Kumala Siwi.
“ Begitu ada laporan anak-anak mengalami keluhan seperti mulas, pusing, dan diare kami langsung gerak cepat, bersama Dandim, unsur TNI dan Polri datang ke lokasi. Semuanya langsung kita bawa ke rumah sakit untuk ditangani…” kata Sam’ani.
Sam’ani menegaskan langkah cepatnya merupakan bentuk komitmen Pemkab Kudus dalam menangani kejadian luar biasa agar tidak menimbulkan dampak lebih luas. Pemkab bersama TNI, Polri dan Dinas Kesehatan masih melakukan penyisiran kemungkinan terdapat siswa lain yang mengalami gejala serupa.
“ Kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di kabupaten Kudus. Nantinya, para koordinator dan penanggung jawab SPPG di Kabupaten Kudus akan kami kumpulkan untuk apel, briefing dan pembekalan…” ujarnya.
Terkait pembiayaan perawatan, Sam’ani memastikan seluruh siswa yang dirawat di berbagai rumah sakit tidak dipungut biaya, akan ditanggung UHC dan BPJS.
“ Semua biaya perawatan gratis, ini masuk kejadian luar biasa. Kabupaten Kudus sudah Universal Health Coverage (UHC) 99,5 persen, sehingga seluruhnya ditanggung BPJS Kesehatan. Dan bagi siswa yang belum memiliki BPJS, akan langsung diaktifkan hari ini juga…” ungkapnya.
Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yusufa Allan Andreasie menambahkan pihaknya bersama Pemkab Kudus akan terus mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan program MBG agar kejadian keracunan MBG tidak terulang.
“ Kami akan segera mengumpulkan para SPPG di lapangan briefing dan evaluasi. Sebenarnya langkah ini sudah sering kami lakukan, namun kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting ke depan…” kata Allan.













