BUPATI DEMAK TERIMA KUNJUNGAN BUPATI JEPARA, BAHAS REVITALISASI JALUR ALTERNATIF SEMARANG-JEPARA, SEKDA DEMAK : JUGA BERFUNGSI JADI TANGGUL LAUT)

Jatengtime.com-Demak-Bupati Demak Eistianah di Ruang Transit Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (28/01/2026) menerima Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta rombongan membahas rencana penanganan dan revitalisasi jalur alternatif Semarang-Demak-Jepara guna meningkatkan konektivitas hingga ekonomi antarwilayah pesisir utara Jawa Tengah.

Dalam kunjungan ke Kota Wali, Bupati Jepara didampingi Asisten II Aris Setiawan, Kepala Bappeda Karuna Titi, Kepala DPUPR Jepara Hery Yulianto, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Salah satu fokus utama pembahasan antar 2 bupati ini adalah rencana revitalisasi jalur alternatif dan jembatan penghubung Kedung-Wedung yang selama ini menjadi akses vital antarwilayah dan dinilai strategis sebagai solusi atas kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di jalur pantura.

Jembatan tersebut memiliki posisi strategis karena berada di wilayah administratif dua kabupaten, yakni Jepara dan Demak. Kondisi infrastruktur yang memadai dinilai menjadi kunci kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta konektivitas ekonomi kawasan pesisir.

Bupati Demak menyatakan bahwa jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Wedung hingga Kedung (batas antara Demak Jepara) sudah lama jadi prioritas unggulan.

“ Pertama kami ucapkan terima kasih atas kerawuhan bapak bupati Jepara beserta rombongan. Memang benar dan kami semua sangat mendukung revitalisasi jalur alternatif dari Demak menuju Jepara atau sebaliknya…” kata Esti.

“ Jalur alternatif tersebut kalau terlaksana akan mempunyai banyak fungsi, baik alternatif menghindari kemacetan hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat luas…” ungkapnya.

Witiarso Utomo menambahkan bahwa fakta yang terjadi waktu tempuh perjalanan Semarang-Demak-Jepara atau sebaliknya dari tahun ke tahun dirasa makin lama dikarenakan salah satu penyebab utamanya adalah kemacetan yang sering terjadi di jalur Pantura.

“ Kondisi kemacetan ini ini sangat berpengaruh terhadap jalur perekonomian maupun sektor pariwisata. Jika jalur yang harus dilalui macet, pasti dampaknya tidak baik bagi pertumbuhan ekonomi dan kunjungan wisata banyak daerah…” kata Witiarso.

Untuk hal ini, Pemkab Jepara mendorong agar jalur alternatif Demak-Jepara dapat difungsikan secara lebih optimal. Menurut Witiarso, pengembangan jalur alternatif tidak hanya berfungsi sebagai solusi transportasi, tetapi juga sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.

“ Harapannya, dengan jalur alternatif Demak-Jepara yang lebih layak dan lancar, perekonomian dan pariwisata di Jepara maupun daerah sekitar dapat berkembang lebih baik…” pungkasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Demak, Akhmad Sugiharto,ST.MT juga mendukung pertemuan antar 2 bupati yang bertetangga langsung secara geografis. Sejak awal pemkab Demak memang memprioritaskan insfrastruktur jalan penghubung guna kelancaran berbagai bidang.

“ Tentu kami semua mendukung langkah yang telah dilakukan Pemkab Jepara mengajak Pemkab Demak untuk bersama-sama membangun jalur alternatif yang sangat vital fungsinya…” kata Sugiharto.

Pria berlatar belakang sarjana strata 2 teknik, mengawali karier dari nol di bidang pembangunan dan pernah menjabat sebagai KadinPUPR Demak menambahkan jalur penghubung Demak-Jepara mempunyai banyak manfaat dengan karakteristik yang unik karena dekat dengan laut dan butuh penanganan ekstra.

“ Memang benar untuk sementara jalur dari Wedung menuju Kedung Jepar sudah terhubung yang dapat dijadikan fondasi awal jika program ini dilaksanakan, namun yang perlu digaris bawahi insfrastrukturnya harus lebih lebar dan kuat karena kemungkinan yang akan melewati kendaraan dengan tonase cukup besar…” ujarnya.

“ Jika dimungkinkan, elemen geometrik (lebar, alinemen, median), kapasitas, hambatan samping,status jalan (nasional, provinsi) dan tipe jalan yang memengaruhi kinerja serta kecepatan lalu lintas perlu jadi kajian…” ungkap sekda yang juga disebut pakar pembangunan insfrastruktur Kota Wali.

“ Dan kalau program ini terlaksana, jalur Demak-Jepara juga bisa dijadikan tanggul laut yang dapat menjaga pesisir dari serangan abrasi. Tinggal ditanami mangrove di sisi dalam dan luarnya…” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *