Jatengtime.com-Demak-Ketua DPRD Demak Zayinul Fatta ikut belangsungkawa dan prihatin atas kejadian seorang anak usia 12 tahun di salah satu desa di kecamatan Mranggen beberapa hari lalu yang nekad melakukan bunuh diri.
Peristiwa memilukan ini semakin menyesakan dada siapa saja apalagi ditambah sempat viral unggahan tangkapan layar diduga chat korban dengan ibunya, hingga menyita perhatian publik.
Sebagai ketua wakil rakyat (DPRD) kabupaten Demak Zayinul Fata, Minggu (15/2/2026) menyatakan ikut terpanggil untuk membuat sebuah terobosan agar peristiwa seperti ini tidak akan lagi terulang, yaitu mendorong perbanyak ruang konseling hingga tingkat desa dan upaya semua pihak untuk memberi ruang anak perbanyak pendidikan agama.
“ Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami sangat berduka atas kepulangan ananda. Kejadian ini tentu sangat menyesakan dada bagi siapa saja yang yang sedang mendapat cobaan dari Allah SWT. Namun kita semua tidak bisa menjustice siapa yang salah siapa yang benar. Ini sebuah peristiwa yang justru wajib kita kaji bersama dalam memperbaiki pola komunikasi keluarga dengan anak yang benar-benar bijaksana…” kata Zayin.
“ Kalau benar pemicunya adalah psikologi, tidak ada salahnya kita semua berkewajiban untuk mendorong lebih banyak ruang konseling baik di sekolahan, pondok pesantren hingga ke tingkat desa, sekaligus kita beri ruang pendidikan agama. Paking sederhana, kita bangkitkan kembali pola pendidikan agama dengan kyai kampung misalnya…” ujarnya.
“ Kita tahu semua, dengan kesederhanan. Kyai kampung yang berdomisili di lingkungan terdekat (RT,RW,Dukuh) biasanya lebih dekat dengan masyarakat termasuk dengan anak-anak. Bahkan ada yang mengatakan dawuh (perintah) kyai sangat disegani dan dihormati…” ungkapnya.
Zayin mengingatkan banyak pengaruh buruk era digital yang saat ini gencar menjadi sebuah sarana komunikasi yang justru dianggap sangat penting dan dibutuhkan di semua sendi kehidupan. Dia mengajak agar semua pihak termasuk orang tua lebih bijaksana dalam mengawasi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
Politisi PKB ini juga mengutip perintah Allah kepada nabi Musa dan Nabi Harun dalam Al-Qur’an surat Thaha ayat 44, Qaulan layyinan, berisi perintah Allah SWT kepada Nabi Musa dan Nabi Harun untuk berbicara dengan lemah lembut kepada Fir’aun agar ia sadar dan takut.
“ Inilah pentingnya beragama, dalam Islam memang mengajarkan Birrul Walidain (berbakti pada orang tua), namun orang tua juga punya kewajiban mendidik dengan kasih sayang, bukan dengan lisan atau ketikan yang melukai perasaan. Bahkan kepada Firaun saja diperintahkan berbicara lembut, apalagi kepada darah daging sendiri…” imbuhnya.
“ Kita semua maklum, bahwa saat ini memang era digital menjadi salah satu hal yang penting dan dibutuhkan oleh siapa saja termasuk anak-anak. Oleh karena itu dengan kejadian ini kita lebih bijaksana dalam mengawasi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Kalau dulu ada slogan Magrib Matikan Tivi, Ayo Mengaji, maka saya usulkan Magrib Matikan Komunikasi (HP), Ayo Ajak Anak-anak Mengaji…” pungkasnya.







