KEPALA BPBD DEMAK LAPORKAN KEGIATAN DAN INFOGRAFIS BENCANA BANJIR AKIBAT 2 TANGGUL SUNGAI YANG JEBOL

Jatengtime.com-Demak-Sebagai pertanggung jawaban tugas kepada masyarakat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, S.IP,M.M, Rabu (18/2/2026) melaporkan kegiatan kebencanaan dan laporan infografis bencana banjir akibat 2 tanggul sungai yang jebol.

Bencana banjir jelang bulan Rhomadhon menurut Agus diakibatkan intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah hulu Sungai Tuntang, yaitu Rawa Pening yang secara geografis terletak di cekungan lereng Gunung Merbabu, Telomoyo dan Unggaran, membuat debit air tidak bisa ditampung dan langsung mengalir deras menuju hilir (Laut Jawa/laut Demak).

“ Akibatnya tanggul Sungai Tuntang yang berada di desa Dukuh Dempel Desa Pilang wetan dan Dukuh Wareng, Desa Kebonagung jebol. Tanggul di Desa Cabean sebelumnya juga jebol…” kata Agus.

“ Bapak Sekda Demak langsung koordinasi dengan seluruh jajaran terkait, BPBD, TNI, Polri dan gabungan relawan untuk melakukan tanggap bencana. Sebagian personil kami kirim untuk mengatasi dampak banjir Desa Cabean. Sebagian lagi menyusul dikirim ke Desa Kebonagung dan Pilang Wetan…” ujarnya.

“ Di Kecamatan Kebonagung ini, kami melakukan evakuasi warga terdampak dan evakuasi pasien yang sedang rawat inap, semua kami bawa ke tempat aman. Proses evakuasi sampai tengah malam dan sebagian personil tetap siaga di Kebonagung. Paginya kami bagi-bagi tugas personil dan armada untuk membersihkan SDN 1 Tlogoweru Kecamatan karangawen, Puskesmas dan SDN 1 Telogosih Kecamatan Kebonagung…” ungkapnya.

Agus melaporkan berdasarkan data Infografis bencana update per Rabu (18/2/2026) pukul 13.00 WIB, berdasarkan hasil pendataan sementara tercatat beberapa klasifikasi terdampak banjir, yaitu :
– 7.687 Kepala Keluarga (25.863 jiwa).
– 6.368 unit rumah.
– 36 tempat ibadah.
– 27 fasilitas pendidikan.
– 6 fasilitas kesehatan.
– 22 tempat pemakaman umum (TPU).

“ Genangan air juga merendam lahan pertanian seluas sekitar 858 hektare dan tambak ikan seluas 7 hektare. Wilayah terdampak tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Sayung meliputi Desa Sayung, Desa Kalisari, Desa Loireng, Desa Prampelan, dan Desa Karangasem. Kecamatan Guntur meliputi Desa Guntur. Kecamatan Kebonagung meliputi Desa Kebonagung, Desa Pilangwetan dan Desa Tlogosih…” imbuhnya.

“ Pemkab Demak melalui Dinsos sudah mendirikan dapur umum. Hingga saat ini, sebanyak 9 desa di 3 kecamatan masih terdampak banjir, di beberapa titik, ketinggian air bervariasi antara 20-65 cm di area jalan dan 10-55 cm di permukiman warga…” pungkasnya.

Titik tanggul sungai yang jebol antara lain :
– Tanggul Sungai Cabean sisi kiri atas jembatan Singopadu, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen.
– Tanggul Sungai Cabean sisi kanan bawah jembatan Dusun Weru, Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur.
– 2 titik tanggul jebol di Desa Pilangwetan dan Desa Gatak, Kecamatan Kebonagung.

Adapun kebutuhan mendesak bagi warga terdampak banjir saat ini meliputi logistik, air minum, air bersih, selimut, perlengkapan bayi, obat-obatan serta peralatan kebersihan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *