Jatengtime.com-Advetorial- أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ, مَرْحَبًا يَا رَمَضَانَ,
Jelang dan selama bulan ramadan 1447 H / 2026 M menjadi momentum spesial bagi Pemkab dan seluruh masyarakat Demak.
Beberapa hari jelang ibadah puasa Ramadan, Pemkab Demak mendapat cobaan harus mengatasi bencana alam banjir di beberapa titik tanggul jebol pada Senin, 16 Februari 2026, akibat curah hujan tinggi hingga mengakibatkan dampak yang dirasakan masyarakat cukup luas.
Dari beberapa titik tanggul sungai yang jebol, hingga membuat Bupati Demak, dr.Eisti’anah, SE menetapkan status penanganan bencana resmi dinaikkan menjadi Tanggap Darurat Bencana mulai 17 Februari sampai 2 Maret, antara lain :
– Tanggul Sungai Cabean sisi kiri atas jembatan Singopadu, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen.
– Tanggul Sungai Cabean sisi kanan bawah jembatan Dusun Weru, Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur.
– 2 titik tanggul jebol di Desa Pilangwetan dan Desa Gatak, Kecamatan Kebonagung.
Dibalik bencana ada hikmah yang diterima dan disyukuri sebagai anugerah yang tiada tara. Selama bulan Ramadan, Pemkab Demak bekerjasama dengan Dapur Umum Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA), Dapur Umum BPBD, Dapur Umum PMI dan Takmir Masjid Agung Demak (MAD) mengadakan kegiatan buka bersama gratis sebanyak 1000 porsi tiap sore (sebelum Adzan Magrib/waktu berbuka puasa).
Tidak banyak yang mengetahui bahwa kegiatan buka bersama gratis sebanyak 1000 porsi tersebut berawal dari inisiatif, pemikiran dan gagasan 3 pemimpin Demak, yakni : Bupati Demak dr.Eisti’anah, SE, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin, M.Pd dan Sekretaris Daerah (Sekda) Demak, Akhmad Sugiharto, ST.MT.

Sekda Sugiharto awalnya teringat kegiatan bulan Ramadan di Masjid Jogokariyan di Jalan Jogokaryan, Mantrijeron, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta yang lokasinya berdekatan dengan Pondok Pesantren Krapyak dan sama-sama memiliki nilai sejarah panjang, terutama jika dikaitkan dengan keberadaan keraton Demak Bintoro dan keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, layak dijadikan rujukan dan inisiatif.
Kegiatan bulan Ramadan di Masjid Jogokariyan akhirnya menjadi embrio pemikiran serta gagasan 3 pemimpin Demak tentang membuat/ menyajikan menu buka bersama gratis 1000 porsi tersebut dibenarkan Sekda Akhmad Sugiharto diruang kerjanya.
“ Awalnya rekan-rekan Takmir Masjid Agung Demak diskusi dengan saya tentang akan mengadakan kegiatan takjil di halaman masjid. Kemudian saya ususl kenapa tidak sekalian buka bersama…? Nanti saya yang akan matur ibu bupati dan bapak wakil bupati…” kata Sugiharto.
“ Ibu bupati dan bapak wakil bupati setuju serta mendukung kegiatan ini, terus kami juga diskusi terkait anggaran dan siapa yang akan memasak menunya. Karena jumlahnya kan banyak (1000 porsi) harus ditangani oleh tenaga ahli yang berpengalaman dan profesiaonal…” ujarnya.
“ Anggaran kita sepakat dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat (muslim) termasuk ASN dilingkungan pemkab yang peduli untuk ikut ‘nyengkuyung’ (mendukung) berpartisipasi melalui rekening resmi Takmir Masjid Agung Demak. Alhamdulillah anggaran terkumpul cukup untuk biaya memasak menu 1000 porsi selama sebulan…” imbuhnya.
“ Alhamdulillah, partisipasi masyarakat luar biasa, seluruh dana yang terkumpul seratus persen digunakan untuk kegiatan syiar bulan Ramadan ini. Untuk tenaga memasak 1000 porsi kita tidak ada kendala. Kami berikan kewenangan kepada Dapur Umum Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA), Dapur Umum BPBD dan Dapur Umum PMI bekerja sama dengan metode bergiliran tiap 9 hari bergantian…” ungkapnya.
Alhasil, setiap sore menjelang waktu berbuka puasa, halaman Masjid Agung Demak menjadi makin ramai melengkapi indahnya bulan puasa, setidaknya seribu umat Islam merasakan suasana berbuka puasa di Masjid peninggalan sembilan Wali (Wali 9).

Sekda yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Demak ini menuturkan bahwa kegiatan yang mulia ini termasuk syiar, sedekah dan beramal dibulan Ramadan tahun ini dan semoga bisa rutin tiap tahun, ditujukan untuk siapa saja, baik musafir, peziarah dalam dan luar kota, maupun masyarakat umum yang ingin berbuka di halaman Masjid Agung Demak.
Sugiharto juga mengutip Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 92, yang berbunyi :
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
Artinya: “ Tidak akan sekali-kali kamu memperoleh kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Apa pun yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui tentangnya (infak) ”.
Surah Al Baqarah Ayat 267
اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ
Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik ”.
Dan juga Surah Al Baqarah Ayat 254
اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَاعَةٌ ۗوَالْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْ
Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari rezeki (mu) yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum datangnya hari (Kiamat) yang tidak ada (lagi) jual beli padanya, tidak ada juga persahabatan yang akrab, dan tidak ada pula syafaat. Orang-orang kafir itulah orang-orang zalim ”.
“ Allah SWT menyuruh kita semua, umat Islam untuk menafkahkan sebagian harta atau atau lebih banyak lebih mulia serta sedekah kepada sesama atau yang berhak menerima agar sempurna ibadah kita. Apalagi dilakukan di saat bulan Ramdan pasti, akan lebih bermakna. Menyempurnakan puasa kita. Ibu bupati dan bapak wakil bupati tidak lupa titip pesan mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan 1447 H untuk seluruh warga Demak bagi yang menjalani…” pungkasnya.
Tak lupa Sekda Sugiharto melansir dan mengutip dari Tafsir Ibnu Katsir bahwa dalam kitab Sahihain dari Abu Hurairah, yang menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda : sebaik-baiknya berinfak dengan menggunakan tangan kanan, agar tangan kiri tidak mengetahui.
Berikut bunyi haditsnya :
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: إِمَامٌ عَادِلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسْجِدِ إِذَا خَرَجَ مِنْهُ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْهِ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجِمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقُ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ
Artinya: “ Terdapat tujuh macam orang yang mendapat naungan dari Allah SWT pada hari tiada naungan kecuali hanya naungan-Nya, yaitu seorang imam yang berperilaku adil, seorang pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah SWT, dua orang yang saling mencintai karena Allah SWT, keduanya bertemu karena Allah SWT dan berpisah demi karena Allah SWT, seorang lelaki yang hatinya terpaut di masjid bila ia keluar darinya hingga kembali kepadanya, seorang lelaki yang berzikir kepada Allah SWT dengan menyendiri, lalu kedua matanya mengalirkan air mata, seorang lelaki yang diajak oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan, lalu ia berkata ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam ’dan seorang lelaki yang mengeluarkan suatu sedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya ”.









