Jatengtime.com-Ketua DPRD Demak, Zayinul Fata, SE saat dihungi awak media, Sabtu (28/3/2026) terkait serangan kera ekor panjang yang liar dan ganas serta sudah ada 5 warga Timbulsloko menjadi korban menyatakan rasa keprihatinya yang mendalam.
Politikus PKB ini juga mendukung langkah dan upaya yang pernah, sedang dan akan dilakukan Pemkab Demak dan pihak terkait untuk melakukan langkah preventif dan represif guna mengatasi serangan kera tersebut.
“ Atas nama Ketua Dewan Demak, pertama saya mengucapkan rasa keprihatinan yang paling dalam atas kejadian yang mengagetkan ini, berupa serangan kawanan kera liar terhadap warga Desa Timbulsloko…” kata zayin.
“ Kemudian tentu saya mendukung langkah pemkab Demak seperti yang diutarakan saudara saya Sekda Akhmad Sugiharto bahwasanya pemerintah tidak diam, namun telah, pernah dan akan selalu memberikan langkah preventif dan represif guna mengatasi serangan kera tersebut yang tentunya juga melibatkan pihak terkait seperti Kodim, Polres hingga BKSDA provinsi Jawa Tengah yang lebih berpengalaman dalam menangani hingga mengatasi konflik antara warga dan hewan liar…” ujarnya.
Zayin juga akan segera memanggil semua pihak terkait, untuk duduk bersama dalam rangka mencari jalan keluar terbaik demi keamanan, kenyamanan seluruh warga Timbulsloko khususnya dan warga desa-desa pesisir lainya karena diduga kawanan kera liar ini hidupnya di habitat hutan Mangrove sepanjang pesisir Demak.
“ Tentu sebagai wakil rakyat, kami peduli dan hadir ketika ada masalah-masalah sosial dan keamanan seperti yang sedang terjadi di Desa Timbulsloko. Segera akan saya panggil semua pihak terkait untuk duduk bersama membahas sekaligus mencari jalan keluar agar masyarakat tenang, aman, nyaman dan dapat melakukan aktifitas sehari-hari tanpa dibayang-bayangi aksi teror dari kawanan kera liar…” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga pesisir, tepatnya di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak (bersebelahan dengan Desa Bedono) dibuat resah atas serangan kera (ekor panjang) liar yang buas dan ganas yang mengakibatkan 5 warga mengalami luka serius dan ada yang harus dirujuk ke rumah sakit karena mengeluarkan banyak darah dari bekas gigitan dan layak disebut sebuah teror.
Teror Kera Ekor Panjang yang liar dan ganas ini (KEP) sudah terjadi sejak sebelum puasa, H-2 sebelum lebaran (Kamis, 19/3/2026), H +3 setelah lebaran (Selasa, 24/3/2029) dan Jum’at (27/3/2026)
Menurut informasi dari salah satu warga, kawanan KEP ini berjumlah antara 3 hingga 4 ekor. Warga juga menyebut diduga kawanan KEP liar ini sengaja dilepas oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan mobil box.
Data sementara warga yang menjadi korban adalah :
– Abdul aziz, alamat RT 5/4, Dukuh Wonorejo, kejadian sebelum puasa, luka gigitan dibagian kaki.
– Sumini, alamat RT 3/5 Dukuh Bogoreme, kejadian sebelum puasa, luka gigitan dibagian pantat,
– Maksus (suami Sumini) luka gigitan dibagian kaki.
– Bisri warga Jakarta yang sedang silaturahmi di rumah kakeknya, H-2 lebaran, RT 3/3 Dukuh Wonorejo luka gigitan dibagian kaki.
– Laifah warga RT 2/5 Dukuh Bogorame luka gigitan dibagian kaki.







