SEKDA DEMAK PRIHATIN ATAS TEROR KERA LIAR DI DESA TIMBULSLOKO, MINTA WARGA WASPADA DAN TERUS KOORDINASI DENGAN PIHAK TERKAIT

Jatengtime.com-Demak-Sekda (Sekretaris Daerah) Demak Akhmad sugiharto,ST.MT atas nama Bupati Demak dr.Eisti’anah, SE, Sabtu (28/3/2026) usai upacara hari Jadi Demak ke-523 menyatakan ikut prihatin atas musibah yang dialami warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, kabupaten Demak berupa serangan kawanan kera liar.

“ Atas nama ibu bupati (dr.Eisti’anah, SE) dan Pemkab Demak, saya menyatakan ikut prihatian atas musibah yang dialami warga Desa Timbulsloko…” kata Sugiharto.

Sugiharto juga menyatakan Pemkab Demak sudah lama mempersiapkan langkah preventif dan represif guna mengatasi serangan kera di daerah pesisir.

“ Namanya musibah kita semua tidak ada yang tahu kapan datangnya dan dalam bentuk apa musibah itu terjadi. Kusus masalah serangan kera liar, pemkab belajar dari kasus sebelumnya di Desa Bedono. Kita langsung adakan rapat khusus dengan Dinkes, RSUD SUKA, Puskesmas, BPBD, TNI dan Polri karena berkaitan dengan kesehatan dan keamanan masyarakat. BKSDA juga kita mintai saran dan pendapat…” ujarnya.

“ Pemkab tidak pernah menganggap ini masalah kecil walau kira-kira hanya satu korban saja. Tapi kami melihat lebih luas dampak yang kemungkinan ditimbulkanya. Keamanan, kenyamanan warga untuk hidup dan bekerja tenan, termasuk potensi ma’af ada virus Rabies…” ungkapnya.

“ Kami juga mengucapkan terima kasih kepada unsur TNI dan Polri, Koramil dan Polsek Sayung yang telah sigap begitu mendapat laporan warga, langsung datang ke lokasi. Walaupun sampai saat ini kawanan kera tersebut belum bisa tertangani, namun setidaknya masyarakat tenang dan nyaman karena pemerintah ada dan hadir diantara mereka….” imbuhnya.

“ Tentu kami juga berpesan kepada seluruh jajaran perangkat desa dan masyarakat Timbulsloko agar tetap waspada, perbanyak siskamling baik siang maupun malam, bangun terus komunikasi antar warga dan segera laporkan laporkan kepada aparat terkait ketika melihat atau curiga kedatangan kawanan kera masuk pemukiman akan menebarkan serangan. Sebisa mungkin bersama-sama menghalau kawanan kera agar menjauh. Ikuti saran dan nasehat dari BKSDA dan CDK Jateng yang sudah berpengalamam dalam menyelesaikan konflik antara warga dan hewan liar…” pungkasnya.

Diketahui, warga pesisir, tepatnya di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak (bersebelahan dengan Desa Bedono) dibuat resah atas serangan kera (ekor panjang) liar yang buas dan ganas yang mengakibatkan 5 warga mengalami luka serius dan ada yang harus dirujuk ke rumah sakit karena mengeluarkan banyak darah dari bekas gigitan dan layak disebut sebuah teror.

Teror Kera Ekor Panjang yang liar dan ganas ini (KEP) sudah terjadi sejak sebelum puasa, H-2 sebelum lebaran (Kamis, 19/3/2026), H +3 setelah lebaran (Selasa, 24/3/2029) dan Jum’at (27/3/2026)

Menurut informasi dari salah satu warga, kawanan KEP ini berjumlah antara 3 hingga 4 ekor. Warga juga menyebut diduga kawanan KEP liar ini sengaja dilepas oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan mobil box.

Data sementara warga yang menjadi korban adalah :
– Abdul aziz, alamat RT 5/4, Dukuh Wonorejo, kejadian sebelum puasa, luka gigitan dibagian kaki.
– Sumini, alamat RT 3/5 Dukuh Bogoreme, kejadian sebelum puasa, luka gigitan dibagian pantat,
– Maksus (suami Sumini) luka gigitan dibagian kaki.
– Bisri warga Jakarta yang sedang silaturahmi di rumah kakeknya, H-2 lebaran, RT 3/3 Dukuh Wonorejo luka gigitan dibagian kaki.
– Laifah warga RT 2/5 Dukuh Bogorame luka gigitan dibagian kaki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *