29 PENGURUS DEKRANASDA KABUPATEN DEMAK PERIODE 2025-2030 RESMI DIKUKUHKAN, BONSAI DIHARAPKAN JUGA MENJADI PRODUK UNGGULAN

Jatengtime.com-Demak-Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Kabupaten Demak, dr.Muh Zaky Maardi, di Pendopo Satya Bakti Praja, Kamis (24/07/25) secara resm mengukuhkan 29 orang pengurus Dekranasda Kabupaten Demak Periode 2025-2023.

Pengukuhan organisasi yang menaungi sektor industri kreatif kerajinan ini dihadiri dan disaksikan Bupati Demak dr.Eisti’anah,SE. Wakil Bupati Muhammad Badruddin,MPd serta Sekda Akhmad Sugiharto,ST.MT.

Usai pengukuhan, Bupati Demak yang sering disapa Mbak Esti mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus Dekranasda yang baru saja dikukuhkan.

“ Semoga amanat ini bisa dijalankan dengan dedikasi, kolaborasi dan semangat sosial yang tinggi…” kata Mbak Esti.

Mbak Esti juga menyampaikan salah satu keberpihakan serius dari Pemkab Demak kepada Dekranasda saat ini antara lain penggunaan batik Demak yang dikhususkan kepada para ASN pada setiap hari Kamis.

“ Bahkan penggunaan batik Demak ini sudah ada SE nya. Ini merupakan bentuk upaya kita memberdayakan pengrajin Demak. Kita juga galakkan lagi setiap kegiatan Pemkab menggunakan produk UMKM, baik kerajinan dan tata boganya terus kita gunakan dan kita masifkan hingga tingkat desa…” ujarnya.

Kepada seluruh pengurus yang dikukuhkan, Eisti mengingatkan bahwa tugas ini merupakan pengabdian nyata untuk membangun ekonomi kreatif di Kabupaten Demak.

“ Kami harapan melalui Dekranasda bisa menjadikan batik Demak maupun kerajinan kriya lainnya bisa menjadi identitas yang membanggakan. Kepada seluruh jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Demak agar mampu merangkul, membimbing dan terus memotivasi para pengrajin agar lebih semangat dalam melahirkan karya-karya terbaiknya guna meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan memiliki nilai dan berdaya saing…” pungkasnya.

Pengrajin bonsai Kabupaten Demak juga berharap dilirik Dekranasda.

Pengukuhan pengurus Dekranasda ini juga disambut baik oleh pengrajin dan petani bonsai yang tergabung dalam organisasi PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) Cabang Demak yang saat ini diketuai oleh Akhmad Sugiharto yang tak lain adalah Sekda Demak.

Dalam beberapa kesempatan Ketua PPBI Cabang Demak yang koleksinya (Jenis Lohansung) pernah ditawar oleh kolektor Jerman Rp 100 juta namun belum dilepas ini menyatakan bahwa usaha budidaya, pengrajin hingga petani bonsai termasuk dalam kategori usaha ekonomi kreatif.

“ Dalam dunia bonsai banyak usaha yang beriringan seperti pengrajin pot, pilar, pembuat pupuk organik dan lain-lain dapat menghasilkan penghasilan. Di Kabupaten Demak PPBI sudah menyebar di desa-desa di hampir 14 kecamatan…” kata Sekda.

“ Dari usaha bonsai ini banyak rekan-rekan PPBI Demak yang sudah merasakan hasil penjualan yang dapat dikatakan penghasilan tambahan yang cukup tinggi…” ujarnya.

 “ Sedangkan dalam sisi prestasi, sudah tidak terhitung karya rekan-rekan PPBI Demak mendapat penghargaan di berbagai kontes baik ditingkat daerah, nasional bahkan Internasional…” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *