Jatengtime.com-Demak-Pemerintah Kabupaten Demak melalui Sekda Akhmad sugiharto, ST.MT di sela kunjungan Gubernur Jateng Ahmad Lutfi di kantor Kecamatan Guntur, Sabtu (4/4/2026) melaporkan informasi, data dan kondisi banjir akibat tanggul jebol maupun limpasan Sungai Tuntang, antara lain :
Berdampak/ meredam sedikitnya 4 Kecamatan yakni :
– Kecamatan Karangtengah di Desa Ploso.
– Kecamatan Guntur di Desa Trimulyo, Desa Sidoharjo, Desa Turitempel, Desa Tlogorejo, dan Desa Bumiharjo.
– Kecamatan Wonosalam di Desa Lempuyang.
– Kecamatan Kebonagung di Desa Sarimulyo dan Desa Solowire.
Banjir yang dipicu karena jebolnya tanggul sungai Tuntang ditemukan di sejumlah titik, antara lain :
– Di Desa Trimulyo, Dukuh Solondoko 2 titik jebol dan Dukuh Gobang 1 titik jebol, sepanjang sekitar 30-150 cm.
– Di Desa Solowire 1 titik jebol sepanjang sekitar 10 meter.
– Di Desa Sidoharjo 1 titik jebol sepanjang sekitar 15 meter.
“ Dampak banjir ini sangat signifikan dengan total sekitar 2.116 kepala keluarga atau 7.606 jiwa terdampak, 2.116 rumah terendam air dengan ketinggian hinga 1,5 meter, jumlah warga yang mengungsi diberbagai lokasi termasuk yang masih bertahan di tanggul Sungai Tuntang tercatat mencapai 2.839 jiwa…” kata Sugiharto.
Khusus di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo tercatat 14 rumah rusak berat, 8 rumah rusak ringan dan 6 rumah beserta isinya hilang diterjang air yang sangat deras.
Banjir juga berdampak pada insfrastruktur jalan dan jembatan, 29 tempat ibadah dan 18 fasilitas pendidikan serta lahan pertanian seluas 671 hektare. Jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 2.839 jiwa.
“ Sabtu (4/4/2026) pagi ini terpantau tren air mulai menurun dengan ketinggian bervariasi, di lapangan Desa Trimulyo berkisar antara 100–140 cm, di Desa Ploso antara 100–120 cm, di Desa Tlogorejo, berkisar 20–40 cm…” ujarnya.
Limpasan air di Desa Solowire dan Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung serta Desa Ploso Kecamatan Karangtengah dilaporkan air mulai menurun, dalam kondisi relatif aman.
“ Di Desa Trimulyo beberapa tahun lalu juga pernah mengalami banjir akibat tanggul jebol, Pemkab langsung sigap dan tanggap bencana baik evakuasi hingga kegiatan pasca bencana. Kebutuhan logistik mendesak yang diperlukan di lokasi terdampak meliputi obat-obatan, air bersih, sandang, perlengkapan bayi, serta peralatan kebersihan. Semua kami lakukan demi warga agar segera bisa melakukan aktifitas seperti biasanya…” pungkasnya.
Penanganan banjir melibatkan berbagai instansi terkait, di antaranya BPBD Kabupaten Demak, BPBD Provinsi Jawa Tengah, BASARNAS, Dinkes Demak, Dinsos Demak, TNI dan Polri.
Relawan yang sejak pertama hadir baik dalam upaya membendung tanggul hingga evakuasi warga ke lokasi aman antara lain :
– Relawan Paskuman (Pasukan Khusus Pemakaman) Covid-19.
– Gabungan relawan BPBD Demak dan Kudus.
– Relawan PMI Demak.
– Relawan Ubaloka Kwarcab Demak.
– Relawan 65 (Damkar) Demak.
– Relawan Pecinta Alam Fosil Demak.
– Relawan Banser Demak.
– Karangtaruna Demak.
– Relawan Peduli Sungai Demak.
– Relawan Kalijogo Jeep Demak.
– Relawan dan petani desa sekitar bencana yang tanpa atribut organisasi.











