Jatengtime.id-Demak-Wakil Bupati KH Muhammad Badruddin M.Pd (yang sering disapa Gus Bad), Baznas, MUI Demak kota dan Yayasan pendidikan Islam Tazakka, memberikan santunan kepada 41 anak yatim dan Dzuafa.
Santunan dalam rangka memperingati bulan Muharram 1448 H dilaksanakan, Minggu (5/7/2026) pukul 09.00 WIB di Mushola Sabiilul Huda, Jalan Angsa Nomor 08, Kelurahan Kalicilik, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak.
Tampak hadir Forkopimcam (komplit, yaitu Camat Demak Okky Andriyanto, SH. MH, Danramil 01/Demak, Kapten Inf. Ahmad Zazuli, Kapolsek Demak, Iptu Rudi Tri Sayogo SH ) Ketua Baznas Drs. H. Bambang Soesetiarto, S.I.P, Kepala KUA Kecamatan Demak, KH. Syaiful Karim, M.Pd.I, Lurah kalicilik Sudiro Slamet, S.IP, Kepala MUI Kecamatan Demak, KH. Hasyim Asy’ari, Tokoh agama, masyarakat Kelurahan kalicilik dan Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Tazzaka (Kalikondang, Demak).
Dalam sambutanya Gus Bad menyatakan ucapan terima kasih atas berlangsungnya kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa kerja bareng antara Baznas, MUI Demak Kota dan Yayasan Pendidikan Islam Tazzaka.
“ Atas nama Pemkab dan pribadi saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Baznas, MUI Demak Kota dan Yayasan Pendidikan Islam Tazzaka dan tentunya warga disini yang masih peduli dan melanggengkan tradisi Idul Yatama (Lebaran anak yatim)…” kata Gus Bad.
“ Tentu untuk melaksanakan kegiatan syiar seperti ini bukan pekerjaan mudah, namun jika diniati ibadah dan peduli pada anak yatim dan dhuafa, Insya Allah terlaksana…” ujarnya.
“ Islam mengajarkan umatnya untuk selalu memperhatikan dan membantu orang-orang yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim yang telah kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya. Santunan anak yatim dapat membantu meringankan sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti makanan, pakaian dan pendidikan. Santunan anak yatim memiliki banyak manfaat, baik bagi anak yatim itu sendiri maupun bagi orang yang menyantuninya…” ungkapnya.
Gus Bad juga menyampaikan janji Allah SWT berupa surga bagi orang yang memberikan santunan anak yatim dengan ikhlas yang sudah difirmankan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqoroh 215
يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ yang artinya:
“Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan).” Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.”
Sementara itu ketua panitia KH Zaenal Arifin, usai acara santunan menyatakan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut berperan atas terselenggaranya acara santunan anak yatim dan dhuafa ini.
“ Syukur Alhamdulillah acara santunan anak yatim dan dhuafa tahun ini dapat berjalan sesuai rencana. Tidak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang kerso mengayubagyo (bekerjasama) hingga kita semua dapat selalu menguri-uri idul Yatama, ladang ibadah bagi semua pihak…” kata Kyai Arifin.
“ Awalnya saya pribadi malah deg-degan, Gus Bad kersa rawuh boten njih…Alhamdulillah beliau rawuh bersama rombongan, ajudan dan personil Prokompim (Protokol dan Komunikasi Pimpinan), ya tentu kami semua yang hadir diacara ini merasa bangga dan tambah bersyukur…” ungkapnya.
Ketika didesak awak media untuk menyebut besaran santunan tiap anak, awalnya Kyai Arifin enggan menjawab, namun kemudian hanya mengiyakan ketika disebut bahwa ada informasi tiap anak mendapat santunan uang tunai Rp 350.000. dan 5 kg beras.
“ Waduh…koq ada yang bocorkan….tapi ya sudah. Smoga tahun depan kita mampu memberikan yang lebih dari tahun ini, termasuk penerima jumlahnya juga lebih banyak…” pungkasnya.








