Jatengtime.id-Penyanyi dangdut Resa Lawang Sewu (Ellisabeth Resa Novitasari) dan Abu MC (Abu Hasan) selaku panitia acara penggalangan dana bertajuk ‘Nada Dalam Do’a Untuk Sesama’, Selasa (7/7/2026) di Gedung Kesenian komplek Tembiring Jogo Indah, yang ditujukan untuk mendo’akan dan penggalangan dana sekedar membantu biaya pengobatan pasangan seniman Tulus pemain gitar melody dan Nuning Valen penyanyi dangdut mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Demak yang telah berkenan mendukung dan memberikan fasilitas tempat acara.
“ Selaku ketua panitia saya secara pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab Demak yang telah berkenan mendukung dan memberikan fasilitas tempat acara kami para seniman baik musisi, penyanyi hingga pemerhati seni…” kata Abu.
“ Ini sebuah bukti dan wujud nyata bahwa negara ada di tengah rakyatnya minimal negara ada diantara kami para seniman yang mencari nafkah hanya dengan profesi kami sebagai pelaku seni. Negara tidak melupakan dan meninggalkan kami…” ujarnya.
“ Jujur awalnya ketika rekan-rekan seniman melihat kondisi mas Tulus dan mbak Nuning yang keadaanya memprihatinkan, trus punya rencana galang dana sekedar untuk meringankan biaya pengobatan malah saya ditunjuk jadi ketua panitia…” ungkap Abu.
MC senior yang punya akun FB Prabu Champ Phow dengan ciri khas berambut gondrong sekaligus sebagai marbot Masjid lingkungan Wisma Halim ini sempat harus memutar otak bagaimana acara penggalangan dana ini berjalan sukses tanpa banyak kendala.
Abu lantas teringat bahwa Sekda Demak Akhmad Sugiharto,ST.MT juga menjabat sebagai penasehat PAMMI, sehingga dia langsung menghubungi Sekda untuk diajak diskusi.
“ Alhamdulillah pak Sekda responsif atas kejadian yang sedang dialami mas Tulus dan mbak Nuning. Beliau bahkan teringat ketika ada bencana alam, kami para seniman mengadakan penggalangan dana yang menurut beliau itu sebuah bukti bahwa kami peduli sesama. Dan hari ini pak Sekda berkenan hadir diantara kami…” pungkasnya.
Resa Lawang Sewu menambahi bahwa seniman-seniman Demak dan sekitarnya menganggap Sekda Sugiharto adalah salah satu figur yang ngayomi sekaligus berjiwa seni.
“ Kami para seniman baik dari Demak maupun kabupaten lain tidak asing dengan bapak (Sekda Sugiharto). Beliau tidak hanya penasehat, namun sudah seperti bapak kami para pelaku seni. Berkat beliau dan tentunya ibu Bupati beserta seluruh jajaranya acara hari ini berjalan sukses walaupun air mata kami terkuras saat tadi melihat rekaman video perjalanan karier mas Tulus dan mbak Nuning hingga beliau jatuh sakit…” kata Resa.
Resa kemudian memberikan laporan perolehan sumbangan dana dari semua peserta yang hadir yaitu :
– Dana sumbangan melalui nomer rekaning (On-line) : Rp 33.800.000.
– Dana sumbangan langsung dilokasi acara : Gelombang 1 : Rp 9.735.000, gelombang 2 : Rp 5.065.000 dan hasil lelang Rp 400.000.
– Dana sumbangan dari kegiatan penggalangan dana di Grobogan sejumlah Rp 9.300.000.
“ Sebagai bentuk tanggung jawab dan keterbukaan informasi dari kami seluruh panitia, total perolehan dana adalah Rp 58.300.000 dan kami serahkan kepada keluarga dari mas tulus dan mbak Nuning…” ungkap Resa.
“ Sedangkan untuk biaya pengeluaran tidak ada, tempat kita tidak bayar, konsumsi dari rekan-rekan seniman dan mbak Mey rumah makan Kalijaga…imbuhnya.
“ Pokoknya acara penggalangan dana bertajuk ‘Nada Dalam Do’a Untuk Sesama’ di Demak ini benar-benar istimewa, pemkab Demak ada dan mengayomi kami para seniman. Kadang yang membuat rekan-rekan seniman luar Demak iri…” pungkas penyanyi dangdut anak tunggal dari Agus dan Ida yang beralamat di RT 11/01, Bangetayu Wetan, Genuk, Semarang.
Terpisah, Sekda Demak gantian memberikan ucapan terima kasih karena setelah acara ‘Nada Dalam Do’a Untuk Sesama’ selesai, penitia acara tidak langsung pulang, namun terlebih dahulu mengumpulkan sampah, menyapu dan mengepel lantai gedung kesenian yang jadi tempat acara.
“ Terima kasih untuk rekan-rekan seniman ya, kalian yang justru istimewa, tetap dan terus jaga kebersihan…” kata Sekda melalui aplikasi WhatApp.










