RIBUAN PEZIARAH DAN WARGA DIDOMINASI PEREMPUAN HADIRI HOUL MBAH NYAI SITI CHALIMAH REMBANG, BUDENYA SUNAN KALIJAGA DEMAK

Headline, Nasional, Sosial1395 Dilihat

Jatengtime.com-Rembang-Ribuan peziarah baik dari warga setempat hingga luar daerah dan warga yang didominasi kaum perempuan hadiri Haul Mbah Nyai Siti Chalimah di Desa Tanjungan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, yang diyakini adalah Budenya Sunan Kalijaga Demak.

Haul yang rutin diadakan setiap setahun sekali pada hari Sabtu Pahing, Sasi Apit atau Sasi Sela (pada penanggalan Jawa) kali ini jatuh pada hari Sabtu (10/5/2025).

Warji selaku juru kunci makam menyatakan bahwa Mbah Nyai Siti Chalimah (ayahnya bernama Syekh Abdul Jalil, Pekalongan, ibu nya bernama Dewi Sulastri dari Lasem) adalah Budenya Sunan Kalijaga Demak dari garis keturunan ayah, ayahnya Sunan Kalijaga adalah adik dari suami Mbah Nyai Siti Chalimah.

“ Dari cerita turun menurun, Mbah Nyai Siti Chalimah ada hubungan keluarga dengan Sunan Kalijaga Demak dari garis keturunan ayah. Ayahnya Sunan Kalijaga adalah adik dari suami Mbah Nyai Siti Chalimah (Syekh Abdul Rohim atau Syekh Abu Sajad)…” kata Warji.

“ Karena sifat Tawaduk yang dimiliki Sunan Kalijaga atau yang Raden Sahid, beliau sering sowan Mbah Nyai, untuk ngangsu kaweruh tentang agama dan pemerintahan…” ujarnya.

Dari pernikahan dengan Syekh Abdul Rohim (Syekh Abu Sajad) Nyai Siti Chalimah dikaruniai 2 orang anak yang bernama Raden Santu dan Dewi Sutini.

Nyai Siti Chalimah dimakamkan di Desa Tanjungan karena saat meninggal dunia, beliau tetap aktif menyebarkan agama Islam di Desa Tanjungan.

“ Beliau tidak dimakamkan satu lokasi dengan suami dan anak-anak nya, sebab sampai akhir hayatnya beliau syiar agama Islam di Desa Tanjung. Sedangkan makam suami dan anak-anak Mbah Nyai berada di Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur…” ungkapnya.

Warji menambahkan, makam Nyai Siti Chalimah sudah ada di Desa Tanjungan sejak dulu, namun baru sekitar tahun 1961 KH Imam Kholil bin Syuaib dari Sarang, Rembang meminta Kepala Desa Karsani untuk merawat makam tersebut menjadi terawat lebih baik dan menjadi penghargaan serta penghormatan akan jasa-jasa Mbah Nyai Chalimah sebagai salah satu ulama perempuan yang menyebarkan agama Islam di Rembang.

“ Pihak perangkat dan masyarakat desa, kemudian merawat makam ulama perempuan kharismatik ini, melakukan berbagai kegiatan rutinan berdo’a, dzikir dan tahlil di makam setiap sebulan sekali dan menetapkan Sabtu Pahing, Sasi Apit atau Sasi Sela sebagai Houl Mbah Nyai Siti Chalimah yang diadakan rutin tiap tahun…” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *