Jatengtime.com-Demak-Bupati Demak dr.Eisti’anah,SE didampingi Forkopinda, Sekda Akhmad Sugiharto, ST.MT dan pejabat terkait, Selasa (17/2/2026) meninjau tanggul Sungai Tuntang yang jebol lagi di Kecamatan Kebonagung yang terjadi pada Senin, (16/2/2026) sore di titik sebelah tanggul yang jebol tahun 2025.
Jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang berhulu dari Danau Rawa Pening, Salatiga, akibat curah hujan tinggi dan pendangkalan dihampir sepanjang sekitar 139 km (panjang Sungai Tuntang dari Rawapening-laut Jawa) ) kali ini adalah terparah, menyebabkan banjir di beberapa desa seperti Pilangwetan dan Kebonagung serta merendam jalur utama Semarang-Purwodadi.
Bupati Eisti’anah menyatakan berdasarkan laporan Sekda Demak, Akhmad Sugiharto,ST.MT yang sudah meninjau serta memitigasi bencana di daerah Guntur (Senin,16/2/2026) pagi hingga sore saat tanggul Sungai Tuntang jebol, lokasinya tidak jauh dari lokasi tanggul jebol tahun 2025.
“ Kondisi jebol tanggul Sungai Tuntang di Kebonagung lokasinya sama seperti tahun sebelumnya, hanya di sisi sebelahnya. Jebolnya sekitar 100 meter dan lebih parah…” kata Eisti.
Kondisi jebolnya tanggul Sungai Tuntang tahun ini lebih parah, debit air kiriman dari wilayah hulu Rawa Pening meningkat signifikan sehingga arus menjadi jauh lebih deras dan kuat hingga menggerus dan memutus jalan beton jalur Demak-Gubug-Semarang.
“ Debit air tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu hingga mengakibatkan sebagian ruas beton jalur Demak–Gubug–Semarang hanyut tergerus. Jalur kendaraan sementara terputus…” ujarnya.
Pemkab Demak bergerak cepat, melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah, TNI, Polri hingga gabungan relawan kemanusiaan melakukan upaya tanggap bencana.
“ Kami langsung lakukan koordinasi melekat untuk melakukan upaya tanggap bencana, evakuasi warga, hingga penanganan pasca bencana yang diprioritaskan agar aktivitas masyarakat tidak terhenti terlalu lama…” ungkapnya.
Beruntung saat banjir besar akibat tanggul Sungai Tuntang yang jebol sebagian besar lahan sawah telah dipanen. Hanya sekitar dua hektar lahan masih belum sempat dipanen dan berpotensi menimbulkan kerugian.
“ Alhamdulillah waktu banjir, banyak padi warga yang sudah dipanen, masih tersisa sekitar dua hektare yang belum panen. Ya masih ada kerugian, tapi sebagian besar sudah terselamatkan…” pungkasnya.




