Jatengtime.com-Demak-Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Demak, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB membuat Puskesmas Kebonagung dan perumahan warga kembali tergenang air setinggi 5-20 cm.
Genangan air dikarenakan drainase yang buruk, tertimbun lumpur pasca banjir bandang akibat tanggul sungai Tuntang yang jebol beberapa waktu lalu.
Tidak mau terulang lagi, Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan segera menghubungi seluruh nakes dan karyawan yang kebetulan tidak piket jaga untuk segera bergegas menuju Puskesmas.

Para nakes dan karyawan tiba ke puskesmas langsung membantu nakes dan karyawan yang piket untuk mengamankan alat-alat kesehatan dan semua dokumen ditempat yang aman.
“ Begitu kami mendapat kabar dari Mbah Darli (karyawan senior Puskesmas Kebonagung) kami langsung meluncur ke lokasi. Alhamdulillah hujan angin sudah berhenti dan genangan air antara 5-20 cm…” kata Arief.
“ Kami langsung cincing clono, cancut taliwondo (menyingsing/menaikan celana, kerja bhakti) membantu Mbah Darli dan rekan-rekan yang piket untuk mengamankan alat-alat kesehatan termasuk dokuman-dokuman. Pasien Alhamdulillah aman…” pungkasnya.

Warga minta pemerintah bersihkan drainase yang tertimbun lumpur dan sampah.
Djarmoyo (musisi sekaligus penjual getuk Gembong) menuturkan hujan angin memang cukup lama, air masuk kepemukiman warga termasuk Puskesmas Kebonagung tidak secepat waktu banjir akibat tanggul Sungai Tuntang, namun warga sempat kawatir dan trauma.
“ Ya pasti kami semua kawatir dan trauma kejadian kemarin, kami tidak sempat menyelamatkan semua barang-barang kami saking cepatnya air masuk pemukiman…” kata Djarmoyo.
“ Beruntung hujan angin segera mereda, namun pemukiman warga tetap tergenang antara 5-20 cm…” ujarnya.
“ Air menggenang karena drainase buruk, tertimbun lumpur dan sampah akibat banjir bandang tanggul Sungai Tuntang yang jebol…” ungkapnya.
“ Harapan kami, pemerintah segera membersihkan drainase-drainase di wilayah Kebonagung, agar jika terjadi hujan air mengalir dengan lancar dan kami tidak kawatir kebanjiran. Perlu jadi perhatian khusus, ada Puskesmas lho di desa kami…” pungkasnya.





