Jatengtime.id-Jepara-Perjuangan KH. Imam Abi Jamroh (IAJ) membangun pondok pesantren Al Anwar di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara dimulai dari nol, awalnya berjualan kerupuk dari rumah ke rumah bersama istri pertamanya sejak awal 1990-an.
Salah satu warga yang enggan disebut namanya mengisahkan, tahun 1993 ponpes Al Anwar mulai berdiri, awalnya hanyalah bangunan sederhana dengan jumlah santri sedikit. Kalau mengaji masih di emperan bangunan karena belum punya aula.
Seiring waktu, ponpes Al Anwar berkembang pesat hingga mempunyai lembaga pendidikan formal MTs dan MA di bawah Yayasan Pendidikan Islam RK. Meski IAJ terseret kasus asusila terhadap santriwatinya, aktivitas belajar mengajar dilaporkan tetap berjalan normal.
Diketahui, Pondok pesantren Al Anwar berbasis Salafi, yang mempelajari kitab-kitab Salaf dan berbasis Tahfidz Al-Qur’an. Disamping itu ponpes Al Anwar juga di canangkan kegiatan ekstra komputer.
Pada umumnya santriwati mempelajari, membaca dan menghafal Al qur’an, dan menerapkan semampunya dan khatam dalam kurun waktu kurang lebih 3 tahun. Santriwati juga di bimbing untuk mempelajari kitab2 Salaf, namun lebih di fokuskan pada hafalan Al qur’annya.
Untuk santri khusus untuk mempelajari kitab-kitab Salaf, tiap hari santri belajar 2 kitab Salaf. Penekanan ini dikarenakan aspek-aspek tersebut cendrerung merosot di dalam pendidikan formal saat ini.
Metode pembelajaran di ponpes ini sesuai dengan tradisi Salaf, yaitu pengasuh atau ustadz membacakan kitab yang tulisanya berahasa Arab, mengartikan sesuai dengan bahasa daerah setempat, sementara itu para santri mendengarkan sambil membubuhkan arti kata bahasa arab tersebut dengan bahasa daerah setempat di setiap kalimatnya.










