Jatengtime.com-Kudus-Bupati Sam’ani Intakoris, S.T.,M.T. dan wakil bupati Bellinda Putri Sabrina Birton, S.Ked Senin (5/1/1016) temui masa unjuk rasa yang digelar puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kudus Bermartabat sambil membentangkan tanda mata ‘jemuran celana dalam perempuan’.
Di hadapan massa, Bupati menyampaikan permohonan ma’af atas kegaduhan yang terjadi di pendopo beberapa yang hari lalu karena adanya tari erotis dalam ‘Dancersport dalam acara KONI Award’.
“ Kami mohon ma’af kepada masyarakat Kudus atas kegaduhan ini. Kami sudah memberikan teguran kepada Ketua KONI terkait kejadian tersebut,” kata Sam’ani.
Dia menegaskan bahwa penampilan ‘dancersport’ tersebut tidak diketahui olehnya dan tidak tercantum dalam susunan acara resmi.
“ Penampilan itu tidak ada dalam rundown yang disampaikan kepada Bagian Umum maupun Protokol dan Komunikasi Pimpinan. Ke depan, ini menjadi evaluasi serius bagi kami…” ujarnya.
“ Saya sebenarnya meminta tidak ada award-awardan. Bahkan saya sendiri tidak hadir dalam acara itu. Bu Wakil juga hadir hanya sebagai undangan…” ungkap Sam’ani.
Mengenai tuntutan massa untuk mencopot Ketua KONI Kudus, Sam’ani menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kuasa langsung secara hukum organisasi. Mekanisme pencopotan harus sesuai dengan AD/ART KONI yang melibatkan Pengurus cabang (pengcab).
“ Kalau dari kami, kewenangannya hanya sebatas memberikan teguran…” pungkasnya.




