Jatengtime.com-Demak-Sebuah rekaman video yang kemudian viral di media sosial TikTok memperlihatkan sebuah mobil Siaga Desa Geneng, Kecamatan Mijen jenis Xpander warna hitam berpelat merah H 1433 XE terparkir di tempat karaoke Metro 3, Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Mengetahui keberadaan mobil siaga desa yang digunakan bukan pada tempat dan peruntukanya, Forkopimcam Mijen dan perengkat Desa Geneng bergerak cepat menelusuri kebenaranya.
Akhirnya diketahui pengemudi yang membawa mobil siaga desa tersebut adalah warga Desa Geneng, bukan perangkat desa yang seperti yang terdapat dalam narasi video tersebut.
Plt Sekretaris Kecamatan Mijen, Uditya Yayang Wulandari, melalui sambungan telepon, Sabtu (13/9/2025) membenarkan bahwa mobil yang viral tersebut adalah mobil Siaga Desa Geneng, Kecamatan Mijen.
Yayang memastikan, saat mampir di tempat karaoke Metro 3 mobil tersebut tidak digunakan oleh perangkat Desa Geneng, melainkan oleh warga yang mengantar orang sakit pada Minggu (7/9/2025).
“ Menurut informasi Pak Kades Geneng, warga tersebut ambil mobil di balai desa sekitar pukul 17.45 WIB atau Maghrib, dengan alasan buat ngantar warga yang sedang sakit ke RSUD Suka. Berarti habis ngantar itu mampir…” kata Yayang.
Plt Sekcam mantan personil Prokompim ini menjelaskan mobil-monil siaga desa sering dimanfaatkan warga untuk kepentingan darurat hingga sosial kemanusiaan, salah satunya mengantar warga yang sakit ke rumah sakit.
“ Mobil siaga desa memang sering dipinjam warga untuk kepentingan sosial kemanusiaan, Pemkab Demak melalui Dinkesda juga menyiagakan Unit PSC 911 untuk seluruh masyarakat Demak…” ujarnya.
“ Unit PSC 911 Pemkab adalah sistem layanan gawat darurat terpadu berbasis teknologi informasi yang memberikan pertolongan cepat dan ambulans serta tenaga medis saat terjadi kondisi darurat seperti kecelakaan, ibu hamil yang akan melahirkan hingga pasien yang membutuhkan rujukan…” ungkapnya.
Yayang berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran untuk semuapihak, perangkat desa hingga masyarakat dapat melakukan pengawasan dan pemantauan lebih ketat terhadap pemanfaatan mobil siaga desa.
“ Kalau sudah viral seperti ini kan kasihan nama baik Desa Geneng dan seluruh perangkat desanya, belum benar informasinya sudah dapat fitnah bawa mobil siaga desa berpelat merah ditempat maksiat…” imbuhnya.
“ Warga yang membawa mobil siaga desa tersebut didampingi jajaran Forkopimcam sudah memberikan klarifikasi dan mohon ma’af serta direkam video kepada publik…” pungkasnya.







