Jatengtime.com-Demak-Sekda yang juga menjabat sebagai Ketua PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) cabang Demak, Akhmad Sugiharto,ST.MT memberikan apresiasi kepada Pemkot (Pemerintah Kota) Semarang dan Komunitas Akademi Bonsai Semarang ( Abon Semar ), Sabtu (11/4/2026) yang sedang menyelenggarakan pelatihan wirausaha Bonsai, digelar di Kantor Dinas Pertanian Kota Semarang.
“ Atas nama Pemkab dan Ketua PPBI Cabang Demak, saya memberikan apresiasi dan ucapan selamat dan sukses kepada Pemkot Semarang dan Komunitas Abon Semar atas terselenggaranya pelatihan wirausaha Bonsai, yang ternyata ada 3 peserta dari Demak…” kata Sugiharto.
“ Tentu kami mendukung setiap warga Demak yang mempunyai niat dan keinginan yang baik terutama keinginan untuk menjadi wirausaha yang mandiri, dan kami berharap tiga peserta dari Demak ini nantinya akan dapat menciptakan lapangan kerja dibidang usaha bonsai…” ujarnya.
“ Bidang usaha bonsai itu kan juga termasuk usaha ekonomi kreatif, ada banyak bidang lain yang mengikuti dan memang dibutuhkan pasar. Seperti bidang untuk para petani ada kebutuhan akan bibit, media tanam, pupuk hingga obat pembasmi hama. Ada pedagang yang menyediakan alat-alat bantu membuat bonsai, ada pengrajin yang membuat pot, pilar pot…” ungkapnya.
“ Ada pedagang yang menyediakan bonsai mulai dari bahan hingga bonsai jadi, ada tenaga ahli (trainer) yang merawat bonsai-bonsai milik kolektor, ada yang hanya mempu jadi perantara jual beli bonsai. Bahkan bonsai sudah jadi komuditas ekspor ke manca negara seperti di Exotic Bonsai Salatiga, rekan-rekan pebonsai Malang dan daerah-daerah lainya…” imbuhnya.
“ Intinya setiap ada upaya warga untuk menjadi wirausaha, usaha ekonomi kreatif yang akan berdampak menciptakan lapangan pekerjaan otomatis kan mengurangi pengangguran, tentu pemerintah akan sangat mendukung. Selamat dan sukses Pemkot Semarang dan Abon Semar dalam pelatihan wirausaha Bonsai…” pungkasnya.
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah, walau dalam keadaan kurang enak badan dan harus menggunakan kursi roda dalam pembukaan pelatihan wirausaha Bonsai, menyampaikan bahwa pelatihan bonsai ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan oleh pihaknya. Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda untuk mengembangkan kreativitas yang dibarengi dengan ketekunan.
“ Kegiatan ini merupakan pelatihan bonsai yang mungkin baru pertama kali kami laksanakan. Tentu ini menjadi suatu kebanggaan bagi kami. Alhamdulillah, kami juga mendapat mitra, yakni Komunitas Abon Semar…” kata Shoti’ah.
“ Bonsai memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehingga ini menjadi peluang yang baik. Namun perlu dipahami, membentuk bonsai tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan waktu, kesabaran dan proses yang berkelanjutan…” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan jiwa kewirausahaan semua peserta. Bonsai merupakan salah satu komoditas yang memiliki peluang ekspor dengan nilai ekonomis tinggi.
Dengan pengelolaan yang baik, sektor usaha bonsai dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terkait pemasaran, pihaknya juga akan memberikan pembekalan strategi kepada peserta.
“ Kami berharap peserta bisa menjadi pelopor bagi anak-anak muda lainnya, sekaligus ikut mengembangkan potensi lokal di Kota Semarang. Nantinya bersama Komunitas Abon Semar akan dibagikan tips dan strategi dalam memasarkan produk bonsai, karena pasar bonsai memiliki segmen tersendiri…” ungkapnya.
Shoti’ah berharap ekosistem bonsai di Kota Semarang dan sekitarnya dapat terus tumbuh dan berkembang.
“ Melalui peran komunitas serta pelaku usaha nantinya akan mampu menciptakan produk berkualitas dan bernilai jual tinggi, ekosistem bonsai bisa terus berkembang dan dapat membuka lapangan pekerjaan…” pungkasnya.
Ketua Abon Semar, Alex Efendi, menyampaikan bahwa program untuk mendorong minat generasi muda dalam menekuni seni dan budidaya bonsai berawal dari inisiasi bersama antara komunitas Abon Semar dengan dukungan Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. dengan tujuan untuk berbagi ilmu pengetahuan terkait seni dan budidaya bonsai kepada masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya.
Kegiatan ini awalnya berangkat dari konsep “Sekolah Bonsai”, namun, nama Wali Kota Semarang mengusulkan menjadi “Akademi Bonsai Semarang” atau disingkat menjadi Abon Semar agar menjadi wadah pembelajaran yang lebih terstruktur.
Program ini resmi dibuka pada Sabtu, 11 April 2026 dan direncanakan akan berlangsung hingga 24 Oktober 2026, 2 hari seminggu (Sabtu dan Minggu).
Dalam pelaksanaannya, Abon Semar bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Semarang Pelatihan ini terdiri dari 10 kali pertemuan selama kurang lebih lima bulan dan dibiayai oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pertanian.
Antusiasme masyarakat untuk ikut program ini lumayan banyak, setelah informasi dibuka melalui media sosial Dinas Pertanian, tercatat sebanyak 123 orang mendaftar. Dari jumlah tersebut, diseleksi menjadi 42 peserta utama yang mendapatkan pembiayaan dari pemerintah, dan 8 peserta tambahan sebagai peninjau dengan biaya mandiri, sehingga total keseluruhan peserta mencapai 50 orang.
Seluruh peserta berhak mendapatkan sertifikasi dengan syarat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan sebanyak 10 pertemuan. Materi pelatihan telah disusun dalam satu modul oleh para instruktur, meliputi teori dasar bonsai, teknik pembentukan, hingga konsep desain dengan berbagai gaya. Peserta juga mendapatkan praktik langsung untuk memperdalam pemahaman.
50 peserta tidak hanya mendapatkan peningkatan keterampilan, tetapi juga sertifikasi resmi yang diterbitkan oleh Dinas Pertanian Kota Semarang bersama Akademi Bangsa Semarang.





