Jatengtime.com-Demak-Usai rapat lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait jebolnya 2 tanggul sungai Tuntang (kecamatan Kebonagung) dan Sungai Cabean (kecamatan Karangawen) pada Senin, 16 Februari 2026, Bupati Demak dr.Eisti’anah, SE menetapkan status penanganan bencana resmi dinaikkan menjadi Tanggap Darurat Bencana mulai 17 Februari sampai 2 Maret.
2 tanggul sungai yang jebol tersebut adalah : Sungai Tuntang, mengakibatkan banjir di Desa Pilang wetan, Kebonagung dan Telogosih. Sungai Cabean menggenangi Desa Pilangsari, Dombo dan Telogoweru.
“ Kami sudah melakukan koordinasi dengan BPBD provinsi dan BNPB guna penetapan status bencana agar bisa segara bergerak cepat…” kata Eisti melalui keterangan resmi.
Penanganan bencana resmi dinaikkan menjadi Tanggap Darurat Bencana menurut Esiti’anah, diambil untuk mempercepat penanganan di lapangan, termasuk mempermudah akses penggunaan anggaran darurat. Saat ini, surat keputusan atau SK tanggap darurat masih dalam proses administrasi.
Sekda Demak ingatkan lalu lintas makin padat, pengguna jalan hati-hati, jangan ngebut.
Sekretaris Daerah Akhmad Sugiharto,ST.MT menambahkan dibeberapa titik sudah mulai surut, namun imbas banjir akibat tanggul sungai yang jebol banjir masih berdampak di beberapa desa di sejumlah kecamatan, antara lain : Kebonagung, Guntur, Mranggen, dan Sayung.
Khusus banjir akibat tanggul Tuntang yang jebol, Desa Pilangwetan dan Kebonagung air mulai berangsur surut, namun untuk genangan di Desa Tlogosih akan cukup lama surutnya.
Air dari Desa Pilangwetan, Kebonagung dan Tlogosih mengalir ke Sungai Jajar dan beberapa anak sungai yang mengakibatkan sebagian wilayah Demak Kota yang dilewati Sungai Jajar tergenang, kemudian air mengalir ke wilayah Bonang hingga ke laut.
Sekda juga menyebut imbas tidak langsung akibat jebolnya Sungai Tuntang adalah jalur utama Grobogan-Semarang putus total, sehingga sebagian besar kendaraan niaga atau pengangkut material perusahaan roda 4 atau lebih, sumbu pendek atau panjang terpaksa melewati jalur Godong-Demak baru ke arah Semarang atau sebaliknya.
“ Sedikit banyak akan berpengaruh potensi kerusakan jalan. Ratusan kendaraan roda 4 atau lebih dengan tonase beragam dengan terpaksa akan melewati jalur Demak-Godong kemudian baru ke arah Semarang dan sebaliknya…” kata Sugiharto.
“ Jalur Godong-Demak atau sebaliknya makin ramai dari biasanya. Oleh karena itu pemkab Demak meminta agar masyarakat pengguna jalan lebih hati-hati karena kondisi jalan kurang lebar dan makin ramai lalu lalang kendaraan. Jangan ngebut, pelan-pelan saja asal selamat sampai tujuan dan selamat juga kembali kerumah masing-masing…” pungkasnya.





